Rabu 23 Nov 2016 08:49 WIB

Industri Nasional Perlu Manfaatkan Peluang dan Potensi Internet

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Nidia Zuraya
Internet/ilustrasi
Internet/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian meminta agar pelaku industri mulai dari industri kecil menengah (IKM) hingga industri besar bisa memanfaatkan keberadaan internet. Sebab, pada era digital saat ini internet sudah bukan merupakan hal yang asing bagi masyarakat. 

Hampir seluruh aktivitas kesehariannya tidak lepas dari penggunaan piranti teknologi online. Kegiatan perekonomian dan industri pun tidak luput didukung peran penting jaringan penghubung tersebut. 

“Internet memang sangat memudahkan banyak hal dalam kehidupan kita. Bahkan, akses pasar industri menjadi lebih luas dan tidak terbatas dengan bantuan internet,” ujar Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Achmad Rodjih Almanshoera melalui siaran pers tertulis, Rabu (23/11).

Rodjih mengungkapkan, industri perlu memanfaatkan peluang pasar internet yang masih cukup besar, seiring dengan populasi penduduk Indonesia sebanyak 260 juta jiwa. Pasalnya, peneterasi internet di Indonesia baru sekitar 40 persen, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan jangkauannya terutama di daerah-daerah terpencil. 

Apalagi, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan mencapai 132,7 juta orang atau sebesar 51,79 persen dari total jumlah penduduk di Indonesia. Jika dibandingkan dengan pengguna internet pada tahun 2014 sebanyak 88,1 juta orang, maka dalam waktu dua tahun telah terjadi peningkatan sekitar 44,6 juta orang. 

"Ini menjadi peluang besar bagi pelaku industri melakukan jual beli melalui internet," paparnya.

Sementara itu, dilihat dari komposisi berdasarkan pekerjaan, sebanyak 62 persen pengguna internet di Indonesia merupakan pekerja atau wiraswasta. Sedangkan, berdasarkan perilaku pengguna internet di Indonesia untuk kategori konten komersial yang sering dikunjungi, sebanyak 62 persen atau 82,2 juta orang sering mengunjungi online shop, 34,2 persen atau 45,3 juta orang untuk bisnis personal dan 3,8 persen untuk keperluan lainnya.

Kemudian, apabila dilihat dari sisi perangkat, saat ini telah tumbuh sebanyak 17 industri manufaktur untuk telepon seluler (ponsel), komputer genggam, dan komputer tablet yang telah mampu merakit produk komoditi tersebut yang berteknologi 4G. Teknologi ini lebih memudahkan pengguna internet dalam mengakses data apapun.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement