Jumat 11 Oct 2019 19:28 WIB

Asosiasi Duga Kebocoran Impor Tekstil dari Pelabuhan Umum

Impor tekstil yang mengunakan Angka Pengenal Importir-Umum (API-U) wajib melalui PLB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya
Pekerja menyelesaikan jahitan pesanan pelanggan di kawasan Tambora, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) semakin tertekan akibat gempuran produk impor dari China, rendahnya penyerapan pasar dan lemahnya kebijakan dalam melindungi pelaku industri dalam negeri.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Pekerja menyelesaikan jahitan pesanan pelanggan di kawasan Tambora, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) semakin tertekan akibat gempuran produk impor dari China, rendahnya penyerapan pasar dan lemahnya kebijakan dalam melindungi pelaku industri dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menilai kebocoran impor tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui pusat logistik berikat (PLB) sangat kecil terjadi. Pasalnya, porsi impor TPT yang melalui PLB hanya berkisar 4 persen.

"Kemungkinan besar dari laut (pelabuhan umum)," ujarnya saat jumpa pers terkait penyelundupan tekstil, perkembangan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019, dan peningkatan ekspor tekstil di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Baca Juga

Ade menilai hal ini perlu diperbaiki dari sistem pengawasan agar tidak terjadi terus menerus. Ade mengatakan kebocoran impor TPT merupakan bentuk penyalahgunaan Angka Pengenal Importir-Umum (API-U) dan Angka Pengenal Importir-Produsen (API-P).

Menurut Ade, pemerintah sudah bergerak dengan melakukan penindakan terhadap satu API-P yang terbukti melanggar ketentuan impor TPT.

Ade menyampaikan, seluruh anggota API akan terlibat dalam satuan tugas (satgas) yang dibentuk pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap importir nakal. "Kita bersama-sama melakukan pendalaman kepada seluruh perusahan yang ajukan API-P. Tujuannya agar kondusivitas pasar dalam negeri terjaga," kata Ade.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement