Kamis 08 Sep 2016 15:04 WIB

Pertamina Kebut Proyek Kilang Balikpapan

Rep: Frederikus Bata/ Red: Nidia Zuraya
Infrastruktur kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur. (Republika/Prayogi)
Foto: Republika/Prayogi
Infrastruktur kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur. (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) mengebut pekerjaan proyek peningkatan kapasitas Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur yang ditargetkan beroperasi pada September 2019.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan, pihaknya telah memulai pekerjaan desain rinci (front end engineering design/FEED) proyek pengembangan kilang (refinery development master plan) Balikpapan. "Hari ini dimulai pekerjaan FEED," katanya dalam sambutannya saat kick off meeting untuk pekerjaan FEED tersebut, Kamis (8/9).

Menurut dia, penyelesaian RDMP Balikpapan dalam waktu tiga tahun atau beroperasi 2019 tidak bisa dilakukan dengan langkah biasa. Setelah Juli 2016, Pertamina memulai pekerjaan desain dasar (basic engineering design/BED) dengan target tuntas pada Januari 2017, kini FEED dimulai secara paralel.

"Pada proyek normal, FEED dimulai setelah BED selesai. Namun, untuk RDMP Balikpapan, kami kerjakan secara paralel, sehingga target dimulainya pekerjaan fisik pada pertengahan 2017 bisa tercapai. Kami sama sekali tidak menoleransi keterlambatan untuk merealisasikan target operasional penuh RDMP Balikpapan pada September 2019," katanya.

Hardadi menambahkan, terdapat beberapa tonggak penting (milestone) penyelesaian pekerjaan FEED yaitu licencor management yang harus tuntas pada 9 Januari 2017, lalu FEED revamp unit, yaitu pada unit-unit lama seperti crude distillation unit (CDU) dan vacuum distillation unit (VDU) dengan target selesai 15 Maret 2017.

Selanjutnya, FEED licensed unit pada unit baru seperti diesel and kerosene hydrotreaters, platformer, continuous catalytic reformer, gasoline selective hydrotreaters, alkylation, dan juga residual fluid catalytic cracker (RFCC) selesai 30 Juni 2017, sehingga ujungnya berupa estimasi capex selesai 15 Juli 2017.

Untuk FEED tersebut, Pertamina bekerja sama dengan Bechtel International sebagai pelaksana, baik untuk enam unit baru maupun CDU dan VDU. Menurut Hardadi, perusahaan mengirimkan 200 insinyur junior dan senior ke kantor Bechtel di Houston, London, dan New Delhi untuk menyelesaikan FEED.

"Ini tidak hanya untuk Balikpapan, tetapi juga kilang lainnya," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement