Senin 29 Aug 2016 08:54 WIB

Pemerintah Didorong Percepat Infrastruktur Telekomunikasi di Papua

Jaringan Telekomunikasi
Foto: Antara
Jaringan Telekomunikasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pemerintah didorong membangun infrastruktur telekomunikasi di kawasan Indonesia timur, terutama Papua dan Papua Barat.

Apalagi menurut tokoh asli Papua, Velix Winggai, dinamika pembangunan Papua dan Papua Barat yang tahun-tahun ini maupun di masa depan menjadi kawasan investasi.

“Investor membutuhkan kepastian dukungan telekomunikasi di berbagai kota maupun di pelosok wilayah,” kata Velix yang pernah menjabat sebagai staf khusus Presiden RI 2009 – 2014, dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/8).

Saat ini, Velix mengakui, jaringan telekomunikasi memang cukup dirasakan di kota-kota di Papua dan Papua Barat. Akan tetapi kapasitas jaringannya terbatas atau kecepatan telekomunikasi yang masih lambat.

Dari sisi operator, ungkap dia, Telkomsel dan salah satu operator lain telah melayani rakyat Papua selama ini. “Terkait ini Telkomsel menjadi pemain dominan,” kata dia.

Yang menjadi pekerjaan rumah adalah daerah-daerah terpencil, pedalaman dan pulau-pulau kecil yang belum mendapat akses jaringan telekomunikasi. “Kita berharap hal ini menjadi perhatian pemerintah dan para operator yang beroperasi di Papua,” kata Velix.

Lebih lanjut Velix mengatakan telekomunikasi, memberi manfaat besar dalam membuka isolasi wilayah, dan bahkan membuat pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan berjalan lebih baik.

Petugas-petugas paramedis, tenaga kesehatan, tenaga penyuluh pertanian maupun para anggota TNI/Polisi yang bertugas di pedalaman-pedalaman akan lebih nyaman, betah di tempat tugas.

Menurut Velix, pemerintah perlu merumuskan kebijakan insentif kepada para operator telekomunikasi, seperti izin penggunaan lahan, kemudahan proses ijin BTS, kerja sama sharing budget dengan Pemda dalam membangun BTS di pedalaman maupun insentif pajak bagi mereka yang berinvestasi di daerah-daerah yang sulit di pedalaman.

     

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement