Selasa 31 May 2016 09:26 WIB

Kemenhub Resmikan 21 Pelabuhan di Kepulauan Maluku

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nur Aini
Pelabuhan (ilustrasi)
Pelabuhan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan percepatan dan merampungkan pembangunan pembangunan fasilitas pelabuhan di 91 pelabuhan dan siap dioperasikan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut A. Tonny Budiono mengatakan, pembangunan infrastruktur pelabuhan ini telah mengacu sistem pembangunan transportasi yang berorientasi pembangunan secara nasional, lokal, dan kewilayahan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan transportasi laut.

"Dari 91 lokasi pembangunan infrastruktur pelabuhan yang tersebar pada 17 provinsi ini, sebanyak 80 lokasi pelabuhan dibangun di Wilayah Indonesia Timur dan sebanyak 11 pelabuhan dibangun di Wilayah Barat Indonesia," katanya.

Sebagai tindak lanjut rangkaian kegiatan peresmian 91 infrastruktur pelabuhan tersebut, sebanyak 55 pelabuhan telah diresmikan dalam kurun waktu April hingga Juni 2016.

Kemenhub juga kembali meresmikan 21 pelabuhan di Kepulauan Maluku, yang terdiri dari delapan pelabuhan di Provinsi Maluku, yaitu Pelabuhan Batu Merah, Pelabuhan Upisera, Pelabuhan Lirang, Pelabuhan Seira, Pelabuhan Marsela, Pelabuhan Wolu, Pelabuhan Adault dan Pelabuhan Damar serta 13 pelabuhan di Maluku Utara antara lain Pelabuhan Babang, Pelabuhan Pigaraja, Pelabuhan Saketa, Pelabuhan Pasipalele, Pelabuhan Wayauwa, Pelabuhan Pelita, Pelabuhan Busua, Pelabuhan Gita, Pelabuhan Kedi, Pelabuhan Subaim, Pelabuhan Buli, Pelabuhan Manitingting, dan Pelabuhan Falabisahaya.

Dalam sambutan di Terminal Penumpang PT Pelabuhan Indonesia IV, Ambon, Maluku, pada Senin (30/5), ia menyampaikan pengembangan infrastruktur pelabuhan khususnya di wilayah Timur Indonesia menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan di wilayah-wilayah timur yang cenderung masih tertinggal sehingga diharapkan dapat menekan disparitas harga antardaerah di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan tercapainya konektivitas daerah-daerah terpencil, terdalam, dan terisolir di wilayah kawasan timur Indonesia maka pertumbuhan ekonomi dapat berkembang serta mampu menjamin tumbuhnya pusat-pusat perdagangan dan industri yang memacu pemerataan sosial secara menyeluruh," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement