Rabu 06 Apr 2016 09:30 WIB

R&I Kembali Tetapkan Indonesia dalam Peringkat Layak Investasi

Rep: C37/ Red: Nur Aini
R&I
Foto: www.tuniscope.com
R&I

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Lembaga pemeringkat asal Jepang, Rating and Investment Information, Inc. (R&I), kembali mengukuhkan peringkat Indonesia pada level layak investasi (investment grade).

Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo menyatakan, ketahanan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian dan volatilitas keuangan global telah diakui lembaga pemeringkat.

"Untuk itu selanjutnya, jalinan koordinasi yang semakin sinergis antara kebijakan moneter dan fiskal merupakan faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih sehat seiring dengan upaya reformasi struktural yang sedang berlangsung," ujar Agus DW Martowardojo dalam pernyataan resminya, Selasa (5/4).

R&I memberikan afirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB- /stable outlook. Dalam siaran resminya pada Senin (4/4) disebutkan, beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan afirmasi bagi sovereign credit rating Indonesia adalah perekonomian Indonesia yang tetap stabil di tengah ketidakpastian eksternal yang masih berlanjut serta kebijakan moneter yang akomodatif dan kebijakan fiskal yang proaktif yang akan menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, defisit fiskal dipandang rendah, dengan kondisi fiskal yang terkendali. Likuiditas valas juga terjaga melalui kebijakan bank sentral dan kecukupan cadangan devisa yang baik, meskipun utang luar negeri swasta non-bank tetap perlu dicermati.

R&I menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia yang terjadi di 2015 disebabkan oleh ketidakpastian pada ekonomi dan keuangan global. Namun demikian, R&I melihat pada 2016, perekonomian domestik akan didorong oleh belanja pemerintah sebagai roda penggerak perekonomian dan peningkatan konsumsi rumah tangga sebagai dampak dari pelonggaran kebijakan moneter bank sentral.

R&I memandang positif komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi struktural, termasuk reformasi subsidi energi. Reformasi subsidi ini telah memberikan ruang bagi sektor fiskal untuk dapat meningkatkan alokasi pengeluaran terkait penyediaan infrastruktur dan sektor produktif lainnya sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi.

Sebelumnya R&I telah melakukan afirmasi atas Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB- /stable outlook pada 18 Maret 2015.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement