Rabu 17 Feb 2016 16:49 WIB

Teknologi Industri Pengolahan Rumput Laut Lokal Masih Terbatas

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
Penduduk menjemur rumput laut di Pulau Nusa Lembongan, Bali, Sabtu (21/12).   (Republika/Edi Yusuf)
Penduduk menjemur rumput laut di Pulau Nusa Lembongan, Bali, Sabtu (21/12). (Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri pengolahan rumput laut saat ini masih terkendala oleh pemanfaatan teknologi. Stakeholder dari PT Giwang Citra Laut Eddy Gozaly mengatakan, karena terbatasnya teknologi maka diversifikasi produk dari bahan baku rumput laut masih terbatas.

"Selama ini pengolahan masih sampai tahap produksi powder saja untuk di ekspor ke Eropa, karena memang permintaan di sana tinggi," ujar Eddy di Jakarta, Rabu (17/2).

Eddy menjelaskan, untuk bahan baku di industri hilir tidak mengalami kendala karena pasokan dan produksi rumput laut di dalam negeri cukup besar. Selain itu, tingkat suku bunga di Indonesia masih terlalu tinggi dan belum kompetitif sehingga untuk berinvestasi mesin akan menjadi mahal.

Menurut Eddy, pengembangan hilirisasi rumput laut juga harus didukung oleh riset dan pembangunan yang mumpuni. Dengan demikian, bahan baku rumput laut bisa diolah menjadi produk yang lebih bervariasi dan memiliki nilai tambah.

Baca juga: Pemerintah Minta Pelaku Industri Hemat Energi

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement