Selasa 08 Sep 2015 16:22 WIB
Rupiah Melemah

Pengusaha Tempe Mataram Jadi Buruh

Kedelai, bahan baku pembuatan tempe.
Foto: dok Republika
Kedelai, bahan baku pembuatan tempe.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM --  Ketua Asosiasi Pengusaha Tahu-Tempe Kelurahan Kekalik Jaya H Hasbah menyebutkan, sebanyak 15 pengusaha tempe dan dua pengusaha tahu di Kota Mataram sudah "gulung tikar" akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

"17 pengusaha tahu dan tempe itu terpaksa tidak beroperasi karena mereka tidak mampu membeli bahan baku yang terus naik sementara stoknya terbatas," katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggra Barat, Selasa.

Menurutnya, pengusaha tahu-tempe yang saat ini berhenti sementara hingga harga kedelai impor stabil dan kedelai lokal mencukupi itu kini beralih profesi menjadi buruh angkut bahan baku. "Mereka kini menjadi buruh angkut bahan baku seperti kayu, kedelai dan air garam ke rumah pengusaha yang tergolong mandiri," ujarnya.

Terkait dengan masalah itu pihak Asosiasi berharap pemerintah baik kabupaten/kota, provinsi maupun pemerintah pusat dapat segera mencari solusi untuk menekan nilai tukar dolar AS hingga harga serendah-rendahnya. "Kasihan pengusaha kita, jika dolar AS naik terus maka akan semakin banyak pengusaha kecil 'gulung tikar'," katanya.

Ia mengatakan, harga kedelai impor saat ini sudah mencapai Rp 7.400 per kilogram. Harga itu sudah jauh meningkat dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berkisar di bawah Rp 7.000 per kilogram.

Sementara kedelai lokal yang harganya masih lebih murah yakni sekitar Rp7.000 per kilogram juga tidak dapat diandalkan, karena stok kedelai lokal saat ini masih sangat minim.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement