Selasa 12 May 2026 11:51 WIB

Tiga Bank Asal Singapura Kompak Catatkan 1 Dolar AS Dekati Rp 17.700

Posisi kurs transaksi bank sentral masih di level Rp 17.500 per dolar AS

Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Foto: Prayogi/Republika.
Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga bank asal Singapura kompak mencatatkan nilai tukar rupiah dekati Rp 17.700 per 1 dolar AS. Ketiga bank itu adalah Bank UOB Indonesia, Bank DBS Indonesia, dan Bank OCBC Indonesia.

Sampai dengan perdagangan tengah hari, Selasa (12/5/2026), kurs rupiah memang masih tertekan sentimen dalam dan luar negeri.

Dari pantauan Republika di masing-masing website bank itu, Bank UOB Indonesia per Selasa pukul 08.12 WIB, mencatatkan nilai tukar rupiah atas dolar AS di posisi Rp 17.668 (bank jual).

Dari Bank DBS Indonesia, per Selasa pukul 10.16 WIB tercatat bank ini menukarkan 1 dolar AS sudah mencapai Rp 17.689 (bank jual).

Terakhir, dari Bank OCBC NISP, per Selasa pukul 11.23 WIB mencatat bank menjual 1 dolar AS mencapai Rp 17.612.

Sementara itu di bank sentral, Bank Indonesia, kurs transaksi hari ini masih tercatat di level Rp 17.502 per 1 dolar AS. Per bulan Mei, posisi kurs Selasa ini adalah terendah kedua, setelah posisi 6 Mei kemarin, ketika itu 1 dolar AS tercatat menembus Rp 17.512. Ini secara historikal adalah kondisi pelemahan rupiah terdalam.

Apa yang terekam di bank asing asal Singapura berbeda dengan bank lokal. Bank BUMN masih menempatkan nilai tukar rupiah mendekati kurs bank sentral yakni di teritori Rp 17.500-an.

Bank Mandiri misalnya, per Selasa pukul menukarkan (jual) dolar AS di posisi Rp 17.520 (special rate), maupun Rp 17.560 (tt counter). Sementara Bank BNI di posisi Selasa pukul 11.35 WIB menempatkan 1 dolar AS di Rp 17.560 (tt counter dan special rate).

Sementara Bank BRI pada posisi Selasa pukul 11.38 sudah menempatkan 1 dolar AS di posisi Rp 17.615 (tt counter).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement