Kamis 09 Jul 2015 15:10 WIB

5 Fakta tentang Anjloknya Bursa Saham Cina

Pasar Saham Cina
Foto: www.maxxelli-consulting.com
Pasar Saham Cina

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Anjloknya pasar saham Cina telah memasuki minggu ketiga. Harga saham di Shanghai telah kehilangan sepertiga nilainya sejak pertengahan Juni.

Beberapa pengamat menilai jatuhnya saham Cina akan lebih berpengaruh kepada ekonomi dunia daripada krisis yang terjadi di Yunani. Pengamat juga telah mewanti-wanti akan adanya kepanikan. Ini lima fakta yang harus diketahui tentang anjloknya saham Cina:

Kenapa saham Cina anjlok?

Awal tahun ini, pasar saham Cina memperlihatkan tanda-tanda bubble. Dari ibu rumah tangga hingga supir taksi mendapatkan keuntungan dari menguatnya saham. Rally saham terjadi ketika ekonomi sedang melambat. Hal itu sempat membingungkan para analis.

"Pasar saham Cina sempat terpisah dari realitas perekonomian Cina. Saham Cina telah overvalue," ujar Direktur Pelaksana Silvercrest Asset Management, Patrick Chovanec, seperti yang dikutip dari CNN, Kamis (9/7).

Cina melakukan segalanya untuk mengatasi masalah tersebut

Pemerintah Cina telah melakukan segala cara untuk memperbaiki harga saham. Padahal beberapa analis percaya bahwa pasar saham Cina sedang mengalami koreksi yang memang dibutuhkan.

Bank sentral Cina, People's Bank of China, telah memotong suku bunga hingga sangat rendah, broker telah berkomitmen untuk membeli miliaran saham, serta regulator telah mengumumkan adanya penundaan listing saham baru.

Kepala Ekonom Credit Suisse, Dong Tao, mengatakan Beijing ketakutan kekacauan saham akan berakibat pada konsumsi masyarakat. Alasanya, orang yang mengalami kerugian dari jatuhnya saham kemungkinan tidak akan membelanjakan uangnya di mall.

Investor tidak terpengaruh oleh usaha pemerintah tersebut. Pasar saham Cina mengalami jatuh bangun. Dalam satu hari, saham cina bisa melonjak sebesar 7 persen, tetapi kemudian bisa ditutup turun sebesar 7 persen juga.

Apa dampaknya pada dunia?

Hanya sedikit investor asing yang mengalami dampak langsung dari pasar saham Cina. Hanya 1,5 persen saham Cina yang dimiliki oleh investor asing.

Masalah utama bagi dunia adalah perlambatan ekonomi Cina. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi Cina telah membuat harga komoditas seperti bijih besi dan tembaga jatuh.

Dalam jangka panjang, perlambatan ekonomi Cina akan sangat berpengaruh pada Australia yang memasok bahan-bahan mentah ke Cina.

Bagaimana dampaknya terhadap masyarakat Cina?

Masyarakat Cina telah menjadi korban terbesar dari jatuhnya saham. Jutaan orang masuk ke pasar saham setelah regulasi mengenai perdagangan dilonggarkan. "Banyak orang yang menjual rumahnya untuk berinvestasi di saham. Sekarang mereka merugi," ujar seorang broker Shanghai.

Namun, jatuhnya saham mengikuti rally yang panjang. Kedua indeks saham Cina masih kuat jika dibandingkan dengan awal tahun. Ekonom mengatakan saham hanya memengang 15-20 persen dari kekayaan rumah tangga Cina.

Apa artinya bagi pemimpin Cina?

Jatuhnya saham merupakan tantangan bagi pemimpin Cina. "Kredibilitas mereka dipertaruhkan. Jika masyarakat melihat bahwa Pemerintah telah menembakan peluru sedangkan pasar masih terus jatuh, masyarakat akan menyadari bahwa pemerintah tidak dapat mengontrol ekonomi," ujar Chovanec.

Kebijakan yang dilakukan Beijing untuk mengatasi kekisruhan saham telah merusak kepercayaan pada Pemerintah Cina. "Pemerintah ingin membalikan pergerakan pasar. Ini bukan kebijakan berdasarkan pasar. Ini adalah kemunduran besar bagi pasar saham Cina," ujar Dong.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement