Selasa 04 Nov 2014 08:19 WIB

Kemendag Fasilitasi Desainer Indonesia untuk 'Go International'

Rep: rizky jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Pameran fesyen Indonesia di Tokyo, Jepang
Foto: Kementrian Perdagangan Indonesia
Pameran fesyen Indonesia di Tokyo, Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan memfasilitasi para desainer Indonesia melalui program Fashionlink. Program ini mempertemukan desainer Indonesia yang siap untuk go internasional dengan para buyers domestik dan mancanegara. Hal ini ditujukan untuk menjalin kerjasama bisnis sekaligus memperluas pasar perdagangan fashion Indonesia di dunia internasional.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Kementerian Perdagangan, Sulistyawati mengatakan, kegiatan ini berupaya untuk menentukan strategi promosi yang efektif untuk dapat memenuhi permintaan, dan menciptakan pasar baru.

Dengan kesempatan ini diharapkan para desainer Indonesia tak lagi hanya mampu menciptakan desain yang berkualitas namun mendapatkan tambahan pengetahuan tentang pemasaran produk.  

"Dengan demikian Indonesia akan mampu menyerap kebutuhan pasar lebih luas lagi," ujar Sulistyawati, Selasa (4/11)

Sulistyawati mengatakan, program ini pada akhirnya dapat menjadi suatu media agar fashion Indonesia dapat dipasarkan di ritel domestik dan internasional. Buyers lokal yang terlibat diantaranya Matahari Dept. Store, Metro Dept. Store, SOGO Dept. Store, Sarinah Thamrin, Pasaraya, Goods Dept, Galeries Lafayette, Lotte, dan MAP. Sedangkan, buyers internasional yang terlibat antara lain berasal dari Inggris, Uni Emirat Arab, Prancis, Australia, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Malaysia.

“Kami sangat mengharapkan para desainer dan pelaku usaha fashion Indonesia dapat memanfaatkan penyelenggaraan  Fashionlink sebagai salah satu sarana promosi efektif," ujar Sulistyawati.

Pada periode 2009-2013, tren ekspor produk fesyen mengalami pertumbuhan positif sebesar 10,59% per tahun. Sementara itu, nilainya selama Januari-Juli 2014 mencapai USD 8,47 miliar atau naik sebesar 17,30% dibandingkan nilai ekspor produk fashion dengan periode yang sama pada 2013.

Produk fesyen Indonesia yang mendominasi pasar ekspor terdiri dari produk pakaian jadi dengan nilai sebesar USD 4,65 miliar (54,88%); alas kaki USD 2,36 miliar (27,85%); perhiasan USD 1,46 miliar(17,26%); dan arloji USD 1,43 juta (0,02%).

Sedangkan, yang menjadi negara tujuan ekspor utama, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Afrika Selatan, Jerman, dan Uni Emirat Arab.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement