REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) A.Ghani Ghazaly mengatakan, belum ada keluhan dari operator jalan tol mengenai pelemahan rupiah.
Sejauh ini, iklim usaha masih stabil. Hal ini bisa terjadi menurut dia karena mayoritas pemegang saham jalan tol merupakan pemain yang kuat. "Misalnya, WIKA, Jasa Marga, WASKITA. Mereka cukup kuat mengahadapi kondisi perekonomian sekarang," katanya ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (30/8).
Ia berharap pelemahan rupiah segera teratasi. Berdasarkan pengalaman masa lalu, banyak investasi jalan tol terhenti apabila krisis ekonomi terjadi. Kondisi ini pernah dialami paska krisis ekonomi 1998.
Saat ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mulai tertarik di bisnis ini. Namun pemerintah masih berharap banyak pada pihak swasta dalam hal membangun infrastruktur di Indonesia. "Sebanyak 70 persen dari kebutuhan pembelian infrastruktur jalan masih mengandalkan pihak swasta," katanya.