Senin 04 May 2026 17:50 WIB

Siapkan SDM Industri Sawit, Gapki Gelar Edukasi di Sekolah

Pelajar diharapkan dapat memahami peluang inovasi dan praktik keberlanjutan.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Satria K Yudha
Kegiatan edukasi industri kelapa sawit yang digelar Gapki di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (4/5/2026).
Foto: Gapki
Kegiatan edukasi industri kelapa sawit yang digelar Gapki di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (4/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Generasi muda mulai diperkenalkan pada peran strategis sektor kelapa sawit sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus sumber peluang kerja di masa depan. Edukasi sejak bangku sekolah dinilai penting agar pelajar memahami industri sawit secara utuh, termasuk aspek ekonomi, sosial, dan keberlanjutan.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menggelar program Soswit Goes To School Sulawesi di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (4/5), yang diikuti lebih dari 280 siswa dan guru SMA serta SMK di Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan bertema “Sawit Itu Dekat: Ngasih Kerja, Ngegerakin Ekonomi, Bangun Daerah” ini menghadirkan diskusi mengenai kontribusi industri sawit terhadap pembangunan wilayah dan peluang karier bagi generasi muda.

Baca Juga

Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa menilai pemahaman pelajar terhadap sektor sawit menjadi penting karena komoditas ini memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. “Melalui kegiatan ini, saya berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang benar dan utuh mengenai kelapa sawit, mulai dari proses budidaya, manfaat ekonomi, hingga pengelolaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Yaumil dalam siaran pers, Senin (4/5/3026).

Program edukasi ini diselenggarakan Gapki bersama perusahaan anggota, PT Pasangkayu, serta mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP). Kegiatan dikemas melalui pameran karya siswa, lomba mading bertema sawit, dan talkshow interaktif bersama akademisi serta praktisi industri yang membahas peran sawit dalam ekonomi nasional, inovasi agribisnis, serta praktik pengelolaan berkelanjutan.

Akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Failur Rahman, mengatakan sektor kelapa sawit menyumbang sekitar 90 persen ekspor Provinsi Sulawesi Barat sehingga memiliki posisi penting dalam struktur ekonomi lokal. “Generasi muda agar kritis dalam membaca berita dan informasi, sehingga tidak termakan berita yang keliru. Validasi informasi diperlukan,” kata Failur.

Kegiatan ini juga sejalan dengan berbagai program unggulan BPDP, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan SDM melalui pendidikan dan beasiswa, penelitian, hingga promosi dan kemitraan. Seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, daya saing, dan manfaat ekonomi sawit bagi masyarakat luas.

Ketua Gapki Cabang Sulawesi Dony Yoga Perdana menyebut literasi sawit bagi pelajar menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi muda yang memahami keterkaitan antara sektor perkebunan, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan daerah.

Dialog langsung dengan pelajar diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai masa depan industri sawit Indonesia.

Melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah, pelajar diharapkan tidak hanya mengenal sawit sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga memahami peluang inovasi dan praktik keberlanjutan yang menjadi arah pengembangan sektor ini ke depan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement