Jumat 11 Jan 2013 14:40 WIB

BI Rate 2013 Diproyeksi Tetap

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Djibril Muhammad
Bank Indonesia
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Bank Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate dilevel 5,75 persen sepanjang 2012. Melihat optimisme tersebut, Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Anton Gunawan, melihat kemungkinan BI rate berubah pada 2013 ini sangat kecil.

Pasalnya, kata Anton, BI belum mengubah rentang sasaran inflasi 2013 dan 2014 dikisaran 3,5-5,5 persen. "Jika inflasi tetap kisaran tersebut, maka kami tak melihat kemungkinan BI mengubah BI rate," katanya kepada Republika, Jumat (11/1).

Anton mencatat tekanan pada inflasi 2013 sebagian besarnya akan datang dari kebijakan pemerintah. Di antaranya kenaikan tingkat tarif listrik (TTL) dan kenaikan upah minimum rata-rata. Berdasarkan analisanya, kenaikan 15 persen TTL membawa dampak inflasi di kisaran 0,4-0,6 persen. Sedangkan kenaikan upah minimum rata-rata sekitar 30 persen saja akan menyumbang inflasi 0,3 persen.

Di luar dua proyeksi di atas, Anton melihat masih ada kemungkinan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi, meskipun besarannya mungkin kecil. Jika itu terjadi, sumbangan inflasi 2013 dari kenaikan harga BBM sekitar 0,7 persen. "Jadi, secara keseluruhan, inflasi paling tinggi (ditambah kenaikan harga BBM) 2013 ini adalah 6,2 persen," kata Anton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement