Rabu 25 Feb 2026 15:59 WIB

PSEL Dinilai Tak Cukup, Pemerintah Dorong Inovasi Teknologi Sampah Skala Kecil

Selain bangun PSEL di 33 lokasi, solusi level bawah kini jadi prioritas.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional, Zulkifli Hasan
Foto: Dok Republika
Menteri Koordinator Bidang Pangan, sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional, Zulkifli Hasan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengidentifikasi teknologi pengelolaan sampah di tingkat paling dasar. Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta, Rabu (25/2/2026), mengatakan selain akan membangun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di 33 lokasi, pihaknya juga menyasar pengelolaan sampah di tingkat paling bawah, yaitu desa.

"Kemarin rapat terakhir kita beri waktu satu bulan agar ada teknologi selain waste to energy, tetapi juga untuk sampah level yang lebih kecil. Perlu dukungan riset dari BRIN dan inovasi teknologi untuk mengatasi kedaruratan sampah," ujarnya.

Baca Juga

"PSEL sudah mulai jalan tetapi hanya efektif untuk kota-kota besar saja," tutur menteri yang akrab disapa Zulhas tersebut.

Selain BRIN, pihaknya juga sudah meminta Kemdiktisaintek serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk segera merumuskan jenis dan spesifikasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Hal itu mengingat PSEL hanya mampu menyelesaikan 20 persen dari timbulan sampah nasional dan efektif digunakan untuk wilayah kota atau aglomerasi dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement