Rabu 25 Feb 2026 17:50 WIB

Harga Cabai Rawit Mulai Turun

Harga berfluktuasi akibat peningkatan permintaan dan faktor cuaca.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Satria K Yudha
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga cabai rawit merah mulai melandai seiring membaiknya kondisi cuaca dan meningkatnya aktivitas panen di berbagai sentra produksi. Perkembangan tersebut terungkap dalam rapat koordinasi stabilisasi pasokan dan harga cabai yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, aparat kepolisian, serta Asosiasi Champion Cabai.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menjelaskan, sebelumnya harga berfluktuasi akibat peningkatan permintaan, curah hujan yang menghambat panen, serta momentum Hari Besar Keagamaan Nasional. Memasuki akhir Februari, kondisi produksi berangsur pulih dan pasokan kembali meningkat.

Baca Juga

“Dengan cuaca yang mulai membaik, petikan bertambah sehingga pasokan bisa ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar dan harga mulai stabil,” ujar Maino saat memimpin rapat koordinasi stabilisasi pasokan dan harga cabai di Jakarta, dikutip pada Rabu (25/2/2026).

Ia memerinci, pasokan cabai yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, saat ini rata-rata mencapai 14–18 ton per hari. Harga di tingkat pedagang berada di kisaran Rp 65.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement