Ahad 04 Nov 2012 11:09 WIB

Kuartal III, Pendapatan Bakrieland Naik 30 Persen

Bakrieland
Bakrieland

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bakrieland Development Tbk (Bakrieland) meraih kenaikan pendapatan sebesar 30 persen pada kuartal III tahun 2012, mencapai Rp 1,3 triliun.

Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk, Ambono Janurianto saat dihubungi, Ahad (4/11) mengatakan, unit usaha City Property (apartemen, kondominium, kawasan perkantoran) memberi kontribusi pendapatan terbesar terhadap penghasilan Bakrieland, sebesar Rp 655,3 miliar atau 49,7 persen dari total penghasilan.

Saat ini, Bakrieland memiliki total landbank sekitar 13,000 hektare dengan ekuitas senilai Rp 8,6 triliun, salah satu perusahaan properti dengan ekuitas tertinggi di Indonesia serta aset mencapai Rp 17,79 triliun.

"Penghasilan unit City Property terutama dikontribusi penjualan apartemen The Wave dan The Grove Condo di kawasan Rasuna Epicentrum yang mengalami peningkatan sebesar 65,6 persen atau mencapai Rp 199,3 miliar pada kuartal III/2012 dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 120,3 miliar," ujar Ambono.

 

Menurut Ambono, peningkatan sumbangan unit city property ini seiring dengan suksesnya topping-off kondominium The Wave dan The Grove Imperial, bahkan sebagian unit pada menara Coral The Wave sudah diserahterimakan kepada pemilik.

Penghasilan dari unit usaha Landed Residential perseroan pada kuartal III/2012, juga mengalami pertumbuhan sebesar 20,1 persen mencapai Rp 321,4 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 267,7 miliar. Penjualan rumah tapak perseroan berkontribusi sebesar 24,4 persen dari total penghasilan Bakrieland. 

Pendapatan terbesar dari unit usaha Landed Residential bersumber dari Bogor Nirwana Residence yang memberikan kontribusi sebesar 62,5 persen, diikuti Sentul Nirwana sebesar 22,3 persen dan Ijen Nirwana Residence serta Batam Nirwana Residence dengan kontribusi masing-masing sebesar 11,6 persen dan 3,4 persen.

Sementara unit usaha Bakrieland lainnya, Hotel & Resort, berkontribusi sebesar Rp 280,7 miliar atau 21,3 persen dari total penghasilan Bakrieland. Penghasilan unit Hotel & Resort ini mengalami kenaikan sebesar 64,5 persen pada kuartal III/2012 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 170,7 miliar.

Peningkatan penjualan dan recurring income ini mendorong peningkatan margin laba kotor dari 41,2 persen di kuartal III/2011 menjadi 46,0 persen di kuartal III/2012 akibat penurunan pada beban pokok penghasilan.

Namun demikian kontribusi beban usaha mengakibatkan laba usaha terkoreksi menjadi Rp 108,8 miliar pada akhir September 2012 dibandingkan Rp 202,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pada akhir Juni 2012 lalu, kata Ambono, unit usaha City Property telah meluncurkan proyek baru di kawasan superblok Rasuna Epicentrum yakni OCEA Condotel bintang 4 yang terdiri dari 32 lantai dengan 324 unit, di atas lahan seluas 12.592 meter persegi. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada kuartal I/ 2014.

Sementara itu, unit usaha Landed Residential melalui Bogor Nirwana Residence pada tahun 2012 ini telah meluncurkan Grand Cluster The Fusion seluas 30 Ha dengan enam cluster didalamnya. Pembangunan kawasan Sentul Nirwana tahap 1 seluas 600 ha sudah dimulai dengan memasarkan 3 klaster perumahan dan tahap 1 area komersial.

Sentul Nirwana juga tengah membangun Jungleland, yaitu sebuah theme park seluas 40 Ha dan tahap pertama diperkirakan akan selesai di tahun 2012 ini, kata Ambono.

Ambono menambahkan, proyek-proyek baru yang ditawarkan di tahun 2012 ini akan semakin memperkuat penghasilan perseroan. Terlebih produk yang ditawarkan terletak di daerah pertumbuhan yang sangat strategis didukung kemudahan akses menuju lokasi proyek Bakrieland akan meningkatkan nilai properti yang dimiliki Bakrieland semakin premium.

"Keunggulan infrastruktur yang dimiliki property Bakrieland tersebut diharapkan dapat mendorong permintaan terhadap produk Bakrieland secara signifikan," kata Ambono.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement