Kamis 15 Jul 2010 01:04 WIB

Tambahan Surat Utang Asing Belum Diperlukan

Rep: Teguh Firmansyah/ Red: Budi Raharjo
Agus DW Martowardojo
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Agus DW Martowardojo

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah sampai kini belum berencana untuk menerbitkan surat utang valas berupa global sukuk dan Samurai Bond meski tersedia ruang dalam APBN P 2010.

''Itu memang ada di anggaran kita, tapi saya belum rencanakan untuk terbitkan meski ada di anggaran tapi belum dilaksanakan,'' ujar Menteri Keuangan, Agus DW Martowardojo, di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/7).

Dalam APBN P 2010 pemerintah menargetkan penerbitan surat utang berdenominasi asing sebesar Rp 41,4 triliun. Sementara pada tahun ini yang sudah diterbitkan baru sebesar 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18,4 triliun dalam bentuk global bond. Dengan demikian ruang yang masih tersisa sekitar Rp 23 triliun.

Menurut Agus, penerbitan utang yang dilakukan oleh pemerintah saat ini masih dalam jalur. Sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebelumnya mantan Dirut Bank Mandiri itu menilai pemerintah akan menjaga supaya utang luar negeri secara netto atau pun bruto turun sehingga lebih berorientasi ke dalam negeri seandainya memang diperlukan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement