Sabtu 03 Jul 2010 01:52 WIB

BPPT Tawarkan Desain Baru Tabung Elpiji 3 Kg

Rep: Cepi Setiadi/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Elpiji 3 Kg
Elpiji 3 Kg

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merekomendasikan usulan perbaikan desain pada kompor dan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) melalui tabung kompor gas yang didesin BPPT. Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT, Arya Rezavidi menyatakan, perbaikan desain pada kompor dan tabung gas tersebut dengan mengurangi titik-titik lemah yang dikontrol oleh pengguna atau konsumen.

Titik-titik lemah itu, kata Arya adalah antara katup (valve) dengan regulator, antara regulator dengan selang dan antara selang dengan kompor. ''Dengan desain baru yang terintegrasi buatan BPPT, hanya satu titik yang dikontrol oleh konsumen,''kata Arya dalam keterangan persnya di gedung BPPT Jakarta, Jumat (2/7).

Desain baru ini, lanjut Arya, paling tidak sudah mengurangi faktor risiko akibat kesalahan pengguna (human error) menjadi sepertiganya. Selain perbaikan desain, BPPT juga merekomendasikan audit investigasi pada kompor-kompor yang sudah beredar, serta melakukan sosialisasi tentang keamanan penggunaan kompor dan tabung gas.

Arya mempromosikan, tabung buatan BPPT dipastikan lebih baik dari tabung elpiji yang beredar sekarang.''Dalam tabung ini katupnya di dalam, di mana mata komprornya berbahan kuningan bukan dari besi,'' kata dia. Selain itu, dudukan tabung juga mirip dengan kompor minyak tahan, sehingga akrab dengan masyarkat.

Arya menambahkan, dalam tabung kompor gas BPPT ini kenaikan suhu juga tidak terlalu besar. ''Kurang dari 50 derajat, selain itu tabung juga bisa menahan tekanan hingga 110 bar sementara gas elpiji cuma (bertekanan) tujuh bar," kata dia.

Menurut Arya, produk ini sebetulnya sempat diperkenalkan pada periode 2006 dan 2007. ''Kita pernah presentasi di Deperin dan UKM, '' kata Arya. Namun lanjut dia, produk BPPT itu tidak mendapat persetujuan.  'Padahal tabung kita itu tidak berbahaya. Malah lebih berbahaya tabung yang ada sekarang, tapi minimal kita sudah sampaikan ke Pemerintah, nanti Pemerintah yang tentukan,'' tutur dia.

Menanggapi hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh, menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPPT. Darwin mengakui, BPPT memang telah melihat ada tiga titik yang menjadi sumber bocor. ''Tapi untuk teknis ini perlu penelitian lagi supaya bahayanya bisa lebih dikurangi,'' ujar Darwin di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (2/7).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement