Selasa 31 Jan 2023 10:19 WIB

Pimpin ASEAN, Mendag Terima Keketuaan ABAC

Mendag menerima keketuaan ABAC di Jakarta, Senin (30/1/2023).

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Mendag Zulkifli Hasan menggelar rapat evaluasi pendistribusian minyak goreng rakyat dengan produsen minyak goreng pada Senin (30/1/2023). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mewakili Pemerintah Indonesia menerima keketuaan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) di Jakarta, Senin (30/1/2023) malam dari sebelumnya yang diketuai oleh Kamboja.
Foto: Dok Kemendag
Mendag Zulkifli Hasan menggelar rapat evaluasi pendistribusian minyak goreng rakyat dengan produsen minyak goreng pada Senin (30/1/2023). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mewakili Pemerintah Indonesia menerima keketuaan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) di Jakarta, Senin (30/1/2023) malam dari sebelumnya yang diketuai oleh Kamboja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mewakili Pemerintah Indonesia menerima keketuaan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) di Jakarta, Senin (30/1/2023) malam dari sebelumnya yang diketuai oleh Kamboja. Ia mengatakan, kerja sama ABAC perlu lebih ditingkatkan khususnya dalam mendukung prioritas ekonomi Indonesia pada masa Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini.

Sebagai Ketua ASEAN pada 2023, Indonesia mengangkat tema “ASEAN Matters: Epicentrum Of Growth”. Visinya, untuk membangun ASEAN yang tangguh, adaptif, dan inklusif, berperan sentral serta memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan maupun di dunia. "Semoga kerja sama antara pemerintah dan ABAC lebih ditingkatkan dengan berkolaborasi mendukung prioritas ekonomi Indonesia pada masa Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini," kata Zulkifli dalam pernyataan resminya, Selasa (31/1/2023).

Baca Juga

Zulkifli menyampaikan, perdagangan global mengalami kondisi yang sulit saat ini, termasuk perdagangan intra-ASEAN yang mengalami pertumbuhan stagnan sejak 2008 berkisar 21—25 persen. Padahal, ASEAN memiliki potensi perekonomian yang besar, salah satunya sektor logistik.

Selain perdagangan, lanjutnya, peningkatan investasi juga penting karena akan menjaga tingkat pertumbuhan dan daya saing di kawasan dan global. Hal itu perlu didukung dengan langkah-langkah konkret melalui tujuh Prioritas Ekonomi Indonesia 2023.

"Prioritas ekonomi tersebut dibagi menjadi tiga kelompok utama yaitu pemulihan dan pembangunan kembali, ekonomi digital, serta ekonomi keberlanjutan," ujar dia.

Kemendag berharap, ABAC Indonesia dapat menjalankan tugas melalui penguatan hubungan dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan. Zulhas juga meminta dukungan ABAC, khususnya dalam pencapaian tujuh prioritas ekonomi Indonesia di ASEAN dan empat kegiatan unggulan di bawah pilar ekonomi dalam menyukseskan Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun ini.

Empat kegiatan unggulan dalam ABAC di tahun ini, yaitu Peluncuran ASEAN Online Sale Day, Peresmian implementasi RCEP, Peluncuran ASEAN Tariff Finder terbaru, serta peluncuran negosiasi Digital Economy Framework.

"Kolaborasi adalah kunci. Kementerian Perdagangan secara aktif telah melakukan koordinasi dengan pihak ABAC," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement