Rabu 21 Oct 2026 14:34 WIB

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Selamat, Ini Instruksi Menhub

Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026).
Foto: EPA/MOHAMMAD HASHEMI RAFSANJANI
Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak mengalami kebakaran di alur masuk penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026). Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Terkait insiden tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinannya atas kebakaran kapal itu. Menhub menginstruksikan koordinasi intensif untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan aman.

Baca Juga

“Kami atas nama pemerintah menyampaikan rasa prihatin terhadap kejadian ini. Kami terus berkoordinasi untuk penanganan kebakaran dan pengamanan kapal bersama instansi terkait. Alhamdulillah, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Proses penanganan melibatkan sejumlah kapal dan unsur pendukung, antara lain TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta unsur Bea Cukai BC 9006. Penanganan ini juga melibatkan petugas gabungan dari berbagai unsur, mulai dari pihak pelabuhan, Basarnas, kepolisian, hingga instansi terkait lainnya.

Dudy memastikan proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan pelayaran di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, penyebab insiden masih didalami oleh pihak terkait.

“Kemenhub terus mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian. Kami juga siap menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai dengan kewenangan kami,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Dudy turut mengapresiasi kesigapan petugas di lapangan serta berbagai unsur yang terlibat sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar.

KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak pada Selasa (20/10) pukul 14.32 WIB. Berdasarkan informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, insiden dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB ketika KMP Batumandi berada di alur masuk penyeberangan Merak.

Kementerian Perhubungan melalui otoritas terkait telah mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.

Dudy menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian. Oleh karena itu, semua pihak diminta menunggu hasil investigasi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Kita serahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang. Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kejadian secara objektif dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan penanganan berjalan dengan baik dan aspek keselamatan menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan insiden dan evaluasi aspek keselamatan pelayaran berjalan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Evaluasi juga diperlukan untuk mengidentifikasi langkah pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

Dudy menekankan bahwa keselamatan pelayaran tidak boleh dipandang sebatas pemenuhan persyaratan administratif, tetapi harus diwujudkan melalui kepatuhan terhadap standar keselamatan, kesiapan kapal dan awak, serta pelaksanaan prosedur keselamatan secara konsisten.

Berita Lainnya

Rekomendasi