Rabu 21 Oct 2026 09:05 WIB

ASDP Pastikan Penanganan Pascakebakaran KMP Batumandi

ASDP pastikan pendampingan penumpang KMP Batumandi yang terbakar di Merak.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026). Kapal tersebut terbakar saat proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak sekitar pukul 16.15 WIB yang diduga diakibatkan percikan api dari bagian belakang kapal dan membuat ratusan penumpang harus dievakuasi.
Foto: EPA/MOHAMMAD HASHEMI RAFSANJANI
Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026). Kapal tersebut terbakar saat proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak sekitar pukul 16.15 WIB yang diduga diakibatkan percikan api dari bagian belakang kapal dan membuat ratusan penumpang harus dievakuasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penanganan insiden kebakaran KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak pada Selasa (20/10/2026) terus berlanjut setelah api berhasil dipadamkan pada pukul 21.02 WIB. Penanganan penyeberangan tetap dikawal ketat untuk menjamin keselamatan penumpang. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi, dengan laporan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Saat ini, ASDP melanjutkan penanganan pascainsiden melalui koordinasi dengan petugas gabungan dan instansi terkait, termasuk pemantauan kondisi penumpang, fasilitasi pemulangan, serta pemantauan operasional penyeberangan Merak–Bakauheni," ujar Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga

Heru mengatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan pascainsiden berjalan dengan baik, khususnya dalam memenuhi kebutuhan penumpang setelah proses evakuasi. Heru menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas gabungan yang telah bekerja cepat dan berkoordinasi dalam penanganan di lapangan.

"Fokus kami saat ini memastikan penumpang yang membutuhkan bantuan mendapatkan penanganan yang sesuai, sekaligus mengawal seluruh proses tindak lanjut bersama instansi berwenang,” ucap Heru.

Dalam penanganan pascainsiden, lanjut Heru, sejumlah penumpang mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit KS dan Puskesmas Merak. ASDP terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memantau kondisi penumpang dan memastikan kebutuhan penanganan medis terpenuhi.

"Bagi penumpang yang telah diperbolehkan pulang, ASDP turut memfasilitasi proses pemulangan guna memastikan perjalanan kembali berlangsung dengan aman dan lancar," sambung Heru.

Untuk mendukung koordinasi penanganan dan kebutuhan informasi, ujar dia, perusahaan juga menyiapkan posko koordinasi di Merak dan Bakauheni. Langkah ini dilakukan untuk mendukung koordinasi antarpihak, memantau kebutuhan penumpang, serta memastikan perkembangan informasi disampaikan kepada publik berdasarkan data yang telah diverifikasi.

photo
Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026). - (EPA/MOHAMMAD HASHEMI RAFSANJANI)

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan perusahaan saat ini juga terus memantau kondisi operasional penyeberangan Merak–Bakauheni guna mengantisipasi dampak insiden terhadap pelayanan. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk memastikan setiap penyesuaian operasional dapat mengikuti kondisi aktual di lapangan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

“Kami memahami kejadian ini turut menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jasa," ujar Windy.

ASDP, tuturnya, memastikan penanganan pascainsiden berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelancaran layanan penyeberangan. Windy mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.

ASDP, lanjut Windy, berkomitmen mengawal seluruh proses tindak lanjut insiden, termasuk pemenuhan kebutuhan penumpang, koordinasi dengan fasilitas kesehatan, serta pemantauan operasional bersama instansi terkait. Windy mengatakan keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama ASDP dalam setiap layanan penyeberangan.

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi