JAKARTA -- Dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sektor transportasi terus bergerak melayani masyarakat. Mobilitas masyarakat semakin tinggi, disertai dengan tuntutan sistem transportasi yang aman, nyaman, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berupaya menjawab tantangan mobilitas yang semakin besar ini. Program yang memiliki dampak langsung terhadap keselamatan dan pelayanan masyarakat harus memperoleh perhatian utama.
Begitu pula konektivitas yang menyangkut kawasan 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan), jalur logistik, simpul transportasi strategis, dan layanan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan sumber daya yang terbatas, pengembangan layanan transportasi bukan lagi hanya berorientasi pada seberapa banyak infrastruktur yang dapat dibangun, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam berbagai kesempatan menyampaikan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi di tengah banyaknya tantangan. “Pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya tentang bagaimana anggaran dipertanggungjawabkan, tetapi juga bagaimana setiap rupiah yang dikelola dapat dikonversikan menjadi layanan transportasi yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujar Menhub Dudy.
Sektor transportasi sebagai bagian dari urat nadi kehidupan terus terhubung melayani, bergerak untuk negeri. Dimulai dari sektor transportasi darat, 122 unit terminal tipe A di seluruh Indonesia telah melayani perjalanan masyarakat antarprovinsi. Selama 2025, sebanyak 1.582.676 kendaraan tercatat berangkat dari terminal tipe A, dengan membawa 20.184.864 penumpang. Lalu sebanyak 1.730.629 kendaraan mencatat kedatangan, dengan membawa 20.254.258 penumpang.
Pada tahun ini, hingga Juli 2026, angka keberangkatan kendaraan mencapai 2.148.213 kendaraan dengan 28.791.469 penumpang, dan angka kedatangan 2.218.699 kendaraan dengan 27.682.693 penumpang. Selama tahun 2025 dan 2026, Ditjen Perhubungan Darat juga telah mendistribusikan 300 bus bantuan sekolah, dengan 28 bus di antaranya dialokasikan untuk program sekolah rakyat. Kemudian layanan bus pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) menjangkau 24 trayek hingga 2026.
Bergeser ke pelabuhan penyeberangan, sebanyak 235 pelabuhan telah beroperasi melayani 82 lintas penyeberangan dengan 342 kapal penyeberangan komersial. Pada 2025, sebanyak 75.128.420 penumpang dan 21.403.550 kendaraan memanfaatkan layanan penyeberangan ini. Hingga Juli 2026, sebanyak 38.315.490 penumpang dan 11.134.120 kendaraan memanfaatkan layanan penyeberangan tersebut.
Di sektor perkeretaapian, konektivitas semakin kuat dengan peningkatan layanan kereta api berbagai lintas. Peningkatan tersebut mencakup layanan lintas Jember-Kalisat di Jawa Timur, pembangunan jalur ganda Kiaracondong-Cicalengka di Jawa Barat, peningkatan Stasiun Tanah Abang Tahap I di Jakarta, dan pembangunan Stasiun Paledang beserta skybridge di Jawa Barat pada 2025.
Pada tahun berikutnya, pengembangan sektor transportasi fokus pada peningkatan sarana dan prasarana di beberapa stasiun, seperti peningkatan Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Jatake di Banten, serta pengoperasian prasarana perkeretaapian Makassar-Parepare segmen Mandai-Palanro di Sulawesi Selatan.
Secara keseluruhan, sektor perkeretaapian telah melayani pergerakan 551.737.151 penumpang sepanjang 2025 dan 388.291.217 penumpang hingga akhir Agustus 2026. Seluruh penumpang dilayani dengan kereta api (KA) lokal, KRL Commuterline, KA Bandara, KA Perintis, Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Raya Terpadu (LRT), dan Kereta Cepat.
Semakin mengudara, layanan transportasi udara diperkuat dengan adanya dukungan pengembangan bandara kawasan prioritas KSPN, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri, serta pengembangan Bandara Perbatasan. Peningkatan sarana ini ditujukan untuk memperluas jangkauan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah.
Jumlah penumpang angkutan udara pada 2025 mencapai 102.949.425 orang, terdiri atas 63.627.020 penumpang domestik dan 39.322.405 penumpang internasional. Hingga akhir Agustus 2026, jumlah penumpang udara menyentuh 66.108.417 orang, terdiri atas 40.470.617 penumpang domestik dan 25.637.800 penumpang internasional.
Angkutan udara kargo domestik telah mengangkut 1.040.390 ton barang selama 2025, terdiri atas 553.969 ton kargo domestik dan 486.421 ton kargo internasional. Pada 2026, angkutan udara kargo hingga akhir Agustus mengangkut 676.553 ton barang, terdiri atas 357.122 ton kargo domestik dan 319.431 ton kargo internasional.