Jumat 18 Sep 2026 08:21 WIB

Sempat Umumkan Force Majeure, Bayan Resources Bakal Lepas 30 Persen Saham ke Haji Isam

Rencana transaksi saham BYAN melibatkan PT Jhonlin Baratama.

Aktivitas operasional PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Foto: Bayan Resources
Aktivitas operasional PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam melalui perusahaannya, PT Jhonlin Baratama, telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low selaku pemilik mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Perjanjian jual beli saham bersyarat itu terkait dengan rencana pengalihan 10.000.000.500 atau sepuluh miliar lima ratus saham biasa atau setara 30 persen kepemilikan atas BYAN kepada Jhonlin Baratama.

Baca Juga

"Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan," ujar Direktur BYAN Jenny Quantero sebagaimana keterbukaan informasinya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, Haji Isam akan memiliki 30 persen dari total saham beredar BYAN yang sebanyak 33.333.335.000 lembar saham.

Jenny memastikan aksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan.

Sebelum resminya transaksi perjanjian jual beli saham bersyarat, saat ini Dato Low Tuck Kwong selaku pemegang saham pengendali (PSP) memiliki sebanyak 13,42 miliar lembar saham atau sekitar 40,25 persen kepemilikan atas BYAN.

Sementara itu, Elaine Low memiliki sebanyak 7,33 miliar lembar saham atau sekitar 22,00 persen kepemilikan atas Bayan Resources.

Jhonlin Baratama merupakan bagian dari Jhonlin Group milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, yaitu Haji Isam, yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan batu bara dan nikel serta penyewaan peralatan tambang.

Sementara itu, BYAN bergerak di bidang industri pertambangan batu bara terpadu (integrated coal mining) dan energi, dengan harga sahamnya berada di level Rp 11.525 per lembar saham pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2026).

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi