REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar aset kripto saat ini cenderung bergerak sideways di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik yang tidak menentu. Di tengah kondisi tersebut, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) mulai menjadi tren global.
Presiden Direktur PT Pintu Kemana Saja (PINTU) Andy Putra mengatakan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik membuat pergerakan pasar kripto cenderung sideways.
“Mungkin saat ini kalau saya boleh, menurut pandangan saya, saat ini tren kripto lebih tepat dikatakan sideways. Karena kondisi ekonomi dan geopolitik yang cukup tidak menentu sehingga membuat tren menjadi sideways,” kata Andy dalam Pintu VIP Private Media Gathering di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Menurut Andy, RWA menjadi salah satu perkembangan menarik di tengah kondisi tersebut. RWA merupakan aset dunia nyata yang ditokenisasi menjadi aset digital, seperti saham, ETF, indeks, dan komoditas.
“Yang menjadi sangat hype di seluruh dunia. Makanya saat ini kami sangat senang sekali bisa memperkenalkan Ondo Finance sebagai partner kita untuk kita bisa meluncurkan tokenized asset yang lebih banyak lagi untuk market Indonesia,” ujarnya.
PINTU mulai menghadirkan aset tertokenisasi pada Desember 2025 dengan empat token. Kini jumlahnya mencapai 55 token dengan volume perdagangan yang meningkat tiga kali lipat. Melalui kerja sama dengan Ondo Finance, PINTU menargetkan menambah lebih dari 100 aset tertokenisasi.