Rabu 16 Sep 2026 14:00 WIB

Pasar Kripto Menanti Keputusan FOMC

Ekspektasi pasar turut menentukan respons aset kripto.

Aset kripto (ilustrasi).
Foto: Dok Freepik
Aset kripto (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi perhatian pelaku pasar kripto karena dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga, likuiditas, dan sentimen terhadap aset digital. Dampaknya terhadap Bitcoin dan Ethereum tidak selalu berarti harga bergerak naik atau turun secara langsung karena respons pasar juga bergantung pada ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter berikutnya.

Berdasarkan jadwal resmi Federal Reserve, FOMC menggelar pertemuan pada 15-16 September 2026 waktu Amerika Serikat. Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan mencermati pernyataan dan proyeksi ekonomi The Fed untuk melihat arah kebijakan berikutnya.

Baca Juga

Pengaruh FOMC terhadap aset kripto tidak hanya berasal dari keputusan suku bunga, tetapi juga dari perubahan ekspektasi pasar. Data ekonomi seperti inflasi menjadi salah satu indikator yang diperhatikan karena dapat mengubah perkiraan terhadap arah kebijakan The Fed.

Hal tersebut terlihat pada Juni 2026. Berdasarkan laporan CoinDesk pada Juli 2026, data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan membuat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed turun dari 43 persen menjadi 13 persen, sementara Bitcoin naik sekitar 3,6 persen ke sekitar US$64.800 dan Ether naik sekitar 5,3 persen.

Menjelang FOMC September, perhatian pasar kembali tertuju pada perkembangan inflasi. Reuters melaporkan CPI Amerika Serikat pada Agustus naik 0,4 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan, yang turut memengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan September.

Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan, FOMC menjadi salah satu faktor makroekonomi yang penting untuk diperhatikan karena keputusan dan komunikasi The Fed dapat memengaruhi ekspektasi pasar. “Namun, dampaknya terhadap aset kripto tetap perlu dilihat bersama faktor ekonomi dan kondisi pasar lainnya,” kata Ryan, Rabu (16/9/2026).

Pergerakan Bitcoin dan Ethereum setelah FOMC dapat bergantung pada bagaimana keputusan The Fed dibandingkan dengan ekspektasi yang telah terbentuk. Keputusan yang sesuai dengan perkiraan pasar dapat menghasilkan respons berbeda dibandingkan kebijakan yang lebih hawkish atau dovish dari perkiraan.

Dampak kebijakan moneter juga dapat tercermin sebelum keputusan FOMC diumumkan karena pelaku pasar terus menyesuaikan posisi berdasarkan data ekonomi terbaru. Dengan demikian, reaksi harga tidak hanya ditentukan oleh keputusan yang diumumkan pada saat pertemuan FOMC.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya keputusan suku bunganya, tetapi juga bagaimana keputusan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar. Pernyataan dan proyeksi The Fed juga dapat menjadi perhatian karena memberikan gambaran mengenai arah kebijakan berikutnya.”

FOMC bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga aset kripto. Kondisi ekonomi Amerika Serikat, pergerakan dolar, likuiditas global, arus dana, sentimen pasar, serta perkembangan industri kripto juga dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan aset lainnya.

Selain pergerakan harga, data pasar derivatif seperti posisi long/short dan open interest dapat memberikan gambaran tambahan mengenai positioning pelaku pasar di tengah ketidakpastian. Data tersebut dapat digunakan untuk melihat perubahan posisi pasar sebelum dan setelah agenda ekonomi penting seperti FOMC.

Berdasarkan data pasar global Binance/USA yang diamati pada 15 September 2026 sore, sebanyak 73,76 persen investor mengambil posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, sedangkan 26,24 persen berada pada posisi short. Long/Short Ratio tercatat sebesar 2,81.

Sementara itu, pada kontrak BTCUSDT perpetual, sebanyak 58,88 persen akun secara global berada pada posisi long, sedangkan 41,12 persen mengambil posisi short. Rasio long/short tercatat 1,43.

Posisi long dan short menunjukkan eksposur pelaku pasar terhadap pergerakan harga, sedangkan open interest menunjukkan jumlah kontrak derivatif yang masih terbuka. Data tersebut dapat digunakan untuk memahami perubahan positioning sebelum dan setelah agenda ekonomi penting seperti FOMC.

Namun, data positioning bukan merupakan indikator pasti mengenai arah harga. Posisi dapat berubah dengan cepat ketika volatilitas meningkat setelah rilis data ekonomi atau keputusan bank sentral.

Di tengah kondisi pasar yang dapat berubah setelah agenda ekonomi penting, Bittime Futures menyediakan akses terhadap perdagangan futures aset kripto yang memungkinkan pengguna mengelola posisi long maupun short. Perdagangan futures juga memiliki risiko, termasuk risiko dari pergerakan harga dan penggunaan leverage, sehingga pengguna perlu memahami karakteristik produk dan risikonya sebelum melakukan transaksi.

FOMC dapat menjadi salah satu katalis bagi pasar kripto, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga. Kebijakan The Fed, data ekonomi Amerika Serikat, ekspektasi pasar, likuiditas, serta kondisi industri aset digital perlu diperhatikan secara bersamaan untuk memahami dinamika Bitcoin dan Ethereum.

Berita Lainnya

Rekomendasi