Rabu 05 Aug 2026 18:17 WIB

Curhat ke IMF, Purbaya Sebut Dirinya Menteri Paling Tidak Beruntung di Dunia

Menurut Purbaya, pemerintah sedang menyiapkan program magang bagi korban PHK.

Rep: Dian Fath Risalah,Muhammad Nursyamsi/ Red: Erik Purnama Putra
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Foto: Dian Fath Risalah/Republika
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keluh kesahnya saat menghadiri pertemuan bergengsi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) di New York pada April 2026. Dalam forum internasional tersebut, ia secara terang-terangan menyebut, sebagai pejabat pemerintah yang paling tidak beruntung di dunia.

Hal itu akibat rentetan krisis yang harus dihadapinya sejak awal menjabat sebagai menteri. "Ketika saya pergi ke perjumpaan IMF dan World Bankbulan April terakhir, saya mengatakan bahwa saya adalahpemerintah yang paling tidak beruntung di dunia," kata Purbaya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga

Purbaya memerinci berbagai tantangan berat yang datang bertubi-tubi, saat baru mengambil alih jabatan Menkeu. Dia mengaku langsung dihadapkan pada demonstrasi besar-besaran. Setelah itu, harus menghadapi tekanan dari indeks MSCI. "Belum selesai sampai di situ, datang lagi sentimen berita negatif dari lembaga pemeringkat Fitch dan Moody's," ungkapnya.

Menurut Purbaya, rentetan nasib buruk tersebut rupanya belum berakhir. Setelah pemerintah berhasil mengatasi tekanan dari lembaga pemeringkat internasional, sambung dia, perekonomian global kembali diguncang oleh meletusnya perang di Iran.

Kondisi itu memicu gelombang kritik dari berbagai pihak yang meragukan kemampuannya, bahkan menyebut bahwa kinerjanya sebagai menteri belum cukup baik. "Faktanya, kami telahmengadakan kebijakan yang sangat baikdengan kebijakan fisik dan pemerintah," ujar Purbaya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi