REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan lima strategi yang disiapkan pemerintah untuk menghadapi ancaman El Nino. Langkah tersebut meliputi pompanisasi, rehabilitasi irigasi, penggunaan benih tahan kekeringan, optimalisasi lahan rawa, serta percepatan cetak sawah baru guna menjaga produksi dan ketahanan pangan nasional.
Amran mengatakan strategi tersebut telah dijalankan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai respons atas pengalaman menghadapi El Nino pada 2023-2024. Pemerintah ingin memastikan dampak musim kemarau tidak mengganggu produksi pertanian maupun ketersediaan pangan.
"Kita tahun pertama Oktober kita sudah mengantisipasi dengan cara pertama pompanisasi. Kita melakukan pompanisasi ada 100.000 pompa seluruh Indonesia kita sebar. Yang kedua irigasi. Kemudian kita ada juga benih yang tahan kekeringan. Yang keempat kita optimalisasi lahan daerah rawa. Kemudian ada cetak sawah baru," kata Mentan di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan sekitar 100 ribu unit pompa telah disalurkan ke berbagai daerah. Rehabilitasi jaringan irigasi juga terus dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum hingga mendekati 900 ribu hektare. Kementan turut menyiapkan benih tahan kekeringan, mengoptimalkan sekitar 800 ribu hektare lahan rawa yang tetap produktif saat musim kemarau, serta mencetak lebih dari 200 ribu hektare sawah baru. Embung, sumur dangkal, dan sumur dalam juga disiapkan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Amran menambahkan pemerintah masih memiliki cadangan beras sekitar 5,2 juta ton di Bulog serta standing crop sekitar 10-11 juta ton. Kondisi tersebut dinilai cukup menjaga pasokan pangan hingga memasuki panen raya berikutnya meski sejumlah daerah berpotensi mengalami kekeringan.
Penguatan strategi menghadapi El Nino juga dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui penyediaan sumber air bagi sektor pertanian. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan antisipasi telah dimulai sejak dua hingga tiga bulan lalu dengan memperbanyak pengeboran sumur untuk mencari sumber air tanah.
Dody menjelaskan pengeboran dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggunakan teknologi isotop sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan air ke jaringan irigasi sehingga target swasembada pangan pada 2026 dan 2027 tetap terjaga.
"Kalau El Nino sebetulnya antisipasinya sudah kita kerjakan mungkin dua-tiga bulan lalu. Yang jadi masalah kan sungai mengering, bendungan juga mengering. Kita memang lagi banyak melakukan pengeboran untuk mencari sumber-sumber air tanah. Kita bekerja sama juga dengan BRIN yang menggunakan teknik isotop," ujar Menteri PU.
Percepatan pembangunan sumur bor berteknologi modern tersebut diharapkan mampu memastikan pasokan air tetap mengalir ke lahan pertanian selama musim kemarau. Dukungan infrastruktur air itu menjadi pelengkap strategi pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.