Selasa 29 Sep 2026 11:57 WIB

Desa Patialo Kini Terang Benderang, PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Pelosok Mandailing Natal

Program BPBL dari Kementerian ESDM membawa harapan baru bagi kemajuan desa.

Program BPBL dari Kementerian ESDM membawa harapan baru bagi kemajuan desa.
Foto: dok PLN
Program BPBL dari Kementerian ESDM membawa harapan baru bagi kemajuan desa.

REPUBLIKA.CO.ID, MANDAILING NATAL — Di balik bukit yang berlokasi sejauh 7 kilometer dari jalan utama Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, Desa Patialo menyimpan kisah panjang penantian akan hadirnya cahaya. Bertahun-tahun lamanya, ketika malam tiba, aktivitas 108 kepala keluarga di desa ini perlahan meredup. Anak-anak terbiasa belajar dalam keterbatasan bayang-bayang lampu teplok dan jaringan listrik swadaya seadanya.

Perjuangan itu dirasakan betul oleh Asmaul Husna, putri asli Patialo yang berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Selama persiapan kuliah, Husna harus berjuang ekstra keras saat mengikuti pembelajaran daring karena pasokan energi dan jaringan internet yang kerap terputus.

Baca Juga

"Dulu, kami belajar membaca dan berhitung menggunakan lampu teplok. Setelah ada listrik dari kincir air (PLTMH), kami mulai bisa memakai WiFi, tapi jaringannya sering terputus-putus, apalagi saat saya harus belajar lewat Zoom," tutur Husna.

Keterbatasan penerangan juga dirasakan Nurlina Lubis, guru ngaji di Desa Patialo. Saat listrik belum tersedia, ia harus mengandalkan lampu pelita untuk mengajar anak-anak mengaji. Namun, ketika minyak tanah habis, kegiatan belajar terpaksa dihentikan.

“Dulu ngaji di sini pakai lampu teplok. Kalau mati lampu atau minyak tanah habis, anak-anak jadi tidak bisa mengaji lagi. Mereka sedih,” ujar Nurlina.

Kini, masa-masa sulit itu berganti menjadi harapan baru. Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah melalui Kementerian ESDM, Desa Patialo akhirnya resmi teraliri listrik PLN selama 24 jam penuh. Sukacita mendalam disampaikan oleh M Jamil Lubis, seorang pekebun kayu manis lokal yang merasa desanya kini berdiri setara dengan wilayah Indonesia lainnya.

"Sebagai warga Desa Patialo, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu sehingga listrik PLN bisa masuk ke desa kami," ujar Jamil.

Dukungan kelistrikan ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, menegaskan bahwa hadirnya pasokan energi yang stabil menjadi fondasi utama bagi masyarakat desa untuk merencanakan peningkatan kesejahteraan dan pengembangan potensi lokal.

"Pertama, tentu kami mengucapkan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah menginstruksikan kepada Kementerian ESDM untuk menghadirkan listrik seluruh Indonesia. Ini adalah program Pak Presiden yang langsung dijabarkan oleh Menteri ESDM, Pak Bahlil. Beliau langsung merespons kegiatan ini dengan adanya listrik ini dan sudah menyala secara stabil, maka kehidupan masyarakat sudah bisa merencanakan kegiatan-kegiatan ekonomi," ungkap Saipullah.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi