Selasa 09 Jun 2026 14:06 WIB

Chatib Basri Soroti Rendahnya Peran SDM dalam Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia perlu memperkuat kualitas SDM agar mampu bersaing di tingkat global.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Ekonom senior Indonesia sekaligus mantan Menteri Keuangan M Chatib Basri mengatakan peningkatan produktivitas menjadi faktor utama yang harus diperkuat apabila Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. (ilustrasi)
Foto: Biro Pers Setpres/Rusman
Ekonom senior Indonesia sekaligus mantan Menteri Keuangan M Chatib Basri mengatakan peningkatan produktivitas menjadi faktor utama yang harus diperkuat apabila Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom senior Indonesia sekaligus mantan Menteri Keuangan M Chatib Basri mengatakan peningkatan produktivitas menjadi faktor utama yang harus diperkuat apabila Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. Chatib menilai komposisi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum bertumpu pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Yang terpenting adalah produktivitas, kita itu punya persoalan di sini," ujar Chatib dalam acara Grab Business Forum (GBF) 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga

Ia mengatakan kualitas human capital menjadi elemen penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Chatib menilai peningkatan mutu pendidikan harus menjadi perhatian utama pemerintah.

"Jadi kalau lihat komposisi sumber pertumbuhan kita itu tidak pada human capital. Ini yang saya kira harus ditingkatkan," sambung Chatib.

Chatib menambahkan kualitas sekolah pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas tenaga pengajar. Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Sebenarnya sekolah yang baik itu tergantung dari kualitas gurunya yang akan menentukan," ucap dia.

Chatib menjelaskan negara dengan tingkat pendapatan rendah umumnya berfokus pada adopsi teknologi. Namun, bagi Indonesia yang kini telah masuk kelompok negara berpendapatan menengah atas, tantangan yang dihadapi lebih besar karena harus mampu mendorong penyebaran teknologi sekaligus menghasilkan inovasi.

"Kalau kita sudah masuk, sekarang kan kita di upper-middle-income countries. Yang lebih penting itu adalah adoption, diffusion, dan innovation," lanjut Chatib.

Sebagai contoh, Chatib menyoroti keberhasilan India dalam memanfaatkan teknologi digital di sektor keuangan. Menurut Chatib, penyebaran teknologi yang luas mampu mengubah perilaku masyarakat dan memberikan dampak besar terhadap perkembangan ekonomi.

"Salah satu kekuatan India adalah diffusion-nya ketika mereka menggunakan teknologi digital untuk keuangan. Itu punya implikasi yang luar biasa untuk mengubah perilaku," ungkap Chatib.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Chatib tetap menunjukkan optimisme terhadap prospek investasi Indonesia.

Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi saat ini tidak mengurangi potensi Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.

"Jadi jangan pernah kapok untuk investasi di Indonesia. Situasinya mungkin kurang baik, tapi mudah-mudahan ke depan kita akan jadi lebih baik," kata Chatib.

Berita Lainnya

Rekomendasi