Senin 25 May 2026 10:57 WIB

DPR Dorong Kredit Perbankan Kembali Tumbuh Double Digit

Pertumbuhan kredit di atas 10 persen dinilai penting untuk memperkuat investasi.

Rep: Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun usai rapat kerja bersama Gubernur BI, di kompleks DPR RI, Senin (18/5/2026).
Foto: Republika/Eva Rianti
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun usai rapat kerja bersama Gubernur BI, di kompleks DPR RI, Senin (18/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyoroti sejumlah tantangan dalam sektor jasa keuangan. Menurutnya, tantangan terbesar di sektor jasa keuangan saat ini ialah soal mendongkrak kembali pertumbuhan kredit perbankan di atas 10 persen. 

“Tantangan yang paling besar saat ini di sektor keuangan adalah bagaimana menaikkan lagi level pertumbuhan kredit ke double digit. Pertama kali dalam sejarah, pertumbuhan kredit tahun 2025 lalu itu ada pada level 9,7 persen, dan ini akan menjadi tantangan,” ujar Misbakhun saat menyampaikan sambutan dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026). 

Baca Juga

Ia menjelaskan dampak positif dari pertumbuhan kredit double digit. Ada multiplier effect yang besar dari pertumbuhan kredit yang tumbuh tinggi. Terutama, diyakini akan memberikan dorongan investasi.  

“Dukungan sektor perbankan yang kuat memberikan implikasi sektor riil yang terus memberikan kontribusi. Dan multiplier effect terhadap pembiayaan ini akan sangat besar. Pembiayaan yang kuat terhadap semua lini akan memberikan upaya-upaya yang sangat serius dorongannya kepada semua jenis usaha, baik korporat, consumer, maupun UMKM,” jelasnya. 

Pada akhirnya, lanjut Misbakhun, dampak lanjutannya adalah memberikan penguatan terhadap daya beli masyarakat Indonesia, yang bakal mendorong pertumbuhan ekonomi. Konsumsi domestik memang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. 

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi