Senin 20 Apr 2026 16:48 WIB

Konsumen Berpotensi Pindah Konsumsi BBM Subsidi, Bahlil: Nggak Malu?

Pembatasan dan pengawasan dilakukan demi menjaga stabilitas ekonomi.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Daftar harga BBM jenis pertamax turbo hingga pertamina dex ditampilkan di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan harga ini berlaku mulai hari ini, Sabtu (18/4). Kenaikan tersebut meliputi Pertamax Dex kini dibanderol Rp19.400 atau naik Rp6.300 per liter dari sebelumnya Rp13.100. Kemudian Dexlite kini dijual Rp 23.600 per liter, melonjak Rp 9.400 per liter dari sebelumnya Rp 14.200 per liter. Begitu pula dengan Pertamina Dex yang kini harganya sebesar Rp 23.900 per liter, naik Rp 9.400 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Daftar harga BBM jenis pertamax turbo hingga pertamina dex ditampilkan di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan harga ini berlaku mulai hari ini, Sabtu (18/4). Kenaikan tersebut meliputi Pertamax Dex kini dibanderol Rp19.400 atau naik Rp6.300 per liter dari sebelumnya Rp13.100. Kemudian Dexlite kini dijual Rp 23.600 per liter, melonjak Rp 9.400 per liter dari sebelumnya Rp 14.200 per liter. Begitu pula dengan Pertamina Dex yang kini harganya sebesar Rp 23.900 per liter, naik Rp 9.400 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai berpotensi mendorong peralihan konsumsi ke BBM bersubsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan agar masyarakat yang tidak berhak tidak mengambil jatah BBM subsidi. 

“Ya saya cuma mau sampaikan aja lah, BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen, karena harga BBM RON 98 naik, tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya, apa enggak malu kita," ujar Bahlil usai konferensi pers terkait Penemuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Baca Juga

Bahlil menegaskan pemerintah telah memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran. Salah satu skema yang diterapkan adalah pembatasan volume pembelian harian untuk kendaraan tertentu.

"Terkait sistem pengawasan, saya waktu di Korea Selatan menyampaikan BBM itu akan diberikan per hari 50 liter, itu kan tankinya sudah penuh, sudah bisa 300–400 km lebih lah. Sebagai mantan sopir angkot, itu pengalaman saya. Terkecuali ada maksud lain," ucap dia. 

Meski demikian, Bahlil memastikan pembatasan tersebut tidak akan mengganggu sektor logistik dan distribusi kebutuhan pokok. Ia menyebut kendaraan angkutan barang dan logistik tetap mendapatkan prioritas agar rantai pasok tidak terganggu.

"Tapi pembatasan BBM itu tidak berlaku untuk bus dan truk yang mengangkut beras, sayur, dan logistik," sambung Bahlil. 

Untuk kendaraan roda dua, ucap Bahlil, pemerintah masih memberikan fleksibilitas dalam pembelian BBM subsidi. Namun, ia kembali mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan, termasuk praktik pembelian berulang menggunakan jerigen.

"Kalau motor sampai dengan sekarang mau isi berapa aja enggak apa-apa. Jangan lah kau pakai jerigen, jangan lah kau bolak-balik, kasihan rakyat kita. Cari rezeki itu penting tapi yang baik-baik ya," lanjut Bahlil. 

Ia mengatakan pemerintah tentu akan terus melakukan pengawasan di lapangan. Namun, Bahlil juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan bijak menggunakan BBM.

"Pengawasan itu ada, tetapi yang terpenting itu adalah keinsyafan dari diri kita. Masa sih kita harusnya malu enggak kalau kita diawasi terus," kata Bahlil.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement