Rabu 11 Mar 2026 18:15 WIB

Kapal Kargo Dihantam Proyektil Misterius di Selat Hormuz

Serangan terhadap kapal di Selat Hormuz kembali terjadi dan memicu kekhawatiran.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Friska Yolandha
Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.
Foto: EPA/Stringer
Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pusat operasi keamanan maritim yang dikelola Angkatan Laut Inggris, UKMTO, menerima laporan sebuah kapal kargo dihantam proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) dini hari waktu setempat. Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah peristiwa serupa menimpa kapal lain di jalur pelayaran strategis tersebut, demikian menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).

UKMTO menerima laporan sebuah kapal pengangkut curah dihantam proyektil tak dikenal sekitar 50 mil laut (sekitar 93 kilometer) di barat laut Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga

Setelah dihantam proyektil, kapten kapal kemudian melapor kepada badan pemantau keamanan maritim yang berbasis di Inggris tersebut.

Tidak ada laporan kerusakan lingkungan. Awak kapal juga dilaporkan selamat dan tidak terluka, menurut pemberitahuan itu.

Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan. Kapal-kapal yang melintasi daerah tersebut juga disarankan untuk berhati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan.

Insiden terbaru itu terjadi setelah laporan lain sebelumnya, pada hari yang sama, mengenai sebuah kapal kargo yang terkena proyektil tak dikenal di jalur perairan strategis tersebut.

Selat Hormuz dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari. Gangguan di selat itu telah mendorong harga minyak naik sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.

Eskalasi di kawasan meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut hingga kini menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement