Kamis 21 May 2026 15:25 WIB

Jepang Pangkas Impor Minyak Timur Tengah 67,2 Persen pada April 2026

Ketegangan geopolitik berdampak pada distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz.

Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).
Foto: Dok US Navy
Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jepang mengurangi impor minyak dari Timur Tengah sebesar 67,2 persen dibanding April tahun lalu, menurut statistik perdagangan luar negeri yang dirilis Kementerian Keuangan Jepang, Kamis (21/5). Volume impor minyak Jepang dari Timur Tengah pada April 2026 tercatat sebesar 3,84 juta kiloliter, kata kementerian itu.

Kantor berita Kyodo melaporkan bahwa angka tersebut merupakan level terendah sejak 1979.

Baca Juga

Jepang mengandalkan 94 persen impor minyaknya dari Timur Tengah dan hampir seluruhnya dikirim melalui Selat Hormuz.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

AS dan Iran kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad, Pakistan, tidak menghasilkan kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Eskalasi konflik di kawasan itu menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama pasokan minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global, serta mempengaruhi ekspor dan produksi minyak.

Gangguan di Selat Hormuz juga memicu kenaikan harga bahan bakar dan produk industri di berbagai negara.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement