REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - SiCepat Ekspres memasuki babak baru transformasi bisnis di bawah kepemimpinan CEO Barry Lim. Tak hanya mengumumkan ekspansi agresif ke segmen B2B, penguatan retail, hingga layanan internasional, perusahaan juga memastikan kenaikan Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu.
Dalam Press Conference & Buka Bersama Media di Jakarta, Barry menegaskan, transformasi ini difokuskan pada penguatan fundamental perusahaan serta pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
"Kami melakukan transformasi bisnis agar lebih adaptif terhadap dinamika industri. Melalui ekspansi segmen B2B, optimalisasi retail, serta pengembangan layanan internasional, kami ingin menghadirkan solusi logistik yang semakin relevan dan kompetitif," kata Barry.
Selama lebih dari satu dekade, SiCepat dikenal sebagai salah satu pelaku logistik utama di segmen e-commerce dan social commerce Indonesia.
Kini, perusahaan memperluas cakupan bisnisnya dengan memperkuat layanan B2B yang menangani kebutuhan supply chain, distribusi skala besar, hingga custom logistic.
Ekspansi ini menyasar sektor manufaktur, FMCG, retail chain, serta industri lain yang membutuhkan proses distribusi terintegrasi dan terkustomisasi.
Di sisi retail, optimalisasi dilakukan baik melalui kanal online maupun offline. Pada kanal online, tersedia SiCepat Apps dan SiCepat Dashboard untuk pengiriman C2C dan B2C.
Sementara itu, jaringan retail offline diperluas melalui mitra sales dan drop point dengan cakupan pengiriman ke seluruh Indonesia pada kuartal II tahun ini.
Tak berhenti di dalam negeri, SiCepat juga memperluas layanan ke pengiriman internasional yang mulai beroperasi pada kuartal II guna menjawab kebutuhan pengiriman lintas negara yang terus meningkat.
“Sejalan dengan arah baru tersebut, perusahaan menargetkan peningkatan revenue sebesar 25 persen tahun ini, setelah pada 2025 mencatat pertumbuhan revenue sebesar 16 persen,” jelasnya.
Di tengah langkah ekspansi dan target pertumbuhan tersebut, SiCepat tetap memperhatikan kesejahteraan mitra.
Perusahaan memastikan kenaikan nilai BHR tahun ini secara signifikan.
“Tahun ini, dari jumlah rupiahnya ya itu 50 persen lebih banyak daripada tahun lalu. Karena kami memberikan ke orang yang lebih banyak ya, sehingga kalau dibilang overallnya kami naik 50 persen daripada tahun lalu untuk BHR-nya,” ungkap Barry.
Jumlah penerima BHR pun meningkat. Saat ini total mitra SiCepat tercatat sekitar 18.000 orang, baik mitra aktif maupun yang bersifat on-off.
“Kami total sekitar 18.000 ya, tapi kan itu mitra juga ya, on-off dan segala macem ya,” tuturnya.
Adapun syarat penerima BHR adalah mitra dengan masa kerja minimal satu tahun. “Setahun ya kalau nggak salah. Minimal setahun,” jelasnya.
Menghadapi lonjakan pengiriman menjelang Lebaran, manajemen juga telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun, mengingat periode tersebut berdekatan dengan momentum belanja 11.11 dan 12.12.
“Sudah pasti kami dari awal kami sudah prepare lah ya, karena sebenarnya kan hampir berdekatan ya kemarin bulan yang 11.11 dan 12.12,” ujar Barry.
Perusahaan telah menyiapkan fasilitas pendukung, melakukan estimasi kebutuhan operasional, serta menambah jumlah kurir dan armada truk guna memastikan layanan tetap optimal saat volume pengiriman meningkat.
“Sama juga dengan menambah jumlah truk, semuanya ya kami sudah prepare dari awal,” pungkasnya.