Jumat 09 Jan 2026 20:45 WIB

Pemerintah Terapkan KUR Bunga 0 Persen untuk Korban Bencana Mulai 2026

Pemerintah siapkan moratorium KUR bagi UMKM terdampak bencana di Sumatra.

Pengendara sepeda motor melintas di depan rumah warga yang rusak pascabanjir di Desa Tongute Ternate asal Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis (8/1/2026). Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Halmahera Barat, sebanyak empat desa terdampak bencana banjir di Kecamatan Ibu yaitu Desa Gamlamo, Desa Tongute Ternate asal, Desa Gam Ici, dan Tongute Ternate serta 11 rumah rusak berat, 100 rumah rusak ringan dan 3.444 jiwa terdampak akibat banjir pada Rabu (7/1) pukul 04.00 WIT di wilayah itu.
Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra
Pengendara sepeda motor melintas di depan rumah warga yang rusak pascabanjir di Desa Tongute Ternate asal Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis (8/1/2026). Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Halmahera Barat, sebanyak empat desa terdampak bencana banjir di Kecamatan Ibu yaitu Desa Gamlamo, Desa Tongute Ternate asal, Desa Gam Ici, dan Tongute Ternate serta 11 rumah rusak berat, 100 rumah rusak ringan dan 3.444 jiwa terdampak akibat banjir pada Rabu (7/1) pukul 04.00 WIT di wilayah itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berencana membebaskan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau menetapkannya menjadi 0 persen bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mulai 2026 melalui kebijakan moratorium KUR.

Pada 2027, bunga KUR akan dinaikkan secara bertahap menjadi 3 persen sebelum kembali ke tingkat normal sebesar 6 persen pada 2028. “Tahun pertama ini bunganya kita nolkan di 2026. Pada 2027 menjadi 3 persen dan 2028 baru kembali ke 6 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga

Selain penyesuaian bunga, Airlangga menyampaikan pemerintah juga membuka ruang kebijakan khusus bagi wilayah di Sumatra yang terdampak bencana. Sebelumnya, Airlangga telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dampak bencana terhadap penyaluran KUR serta mengajukan usulan relaksasi bagi debitur terdampak.

Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025), Airlangga menyebutkan total penyaluran KUR di ketiga provinsi tersebut mencapai Rp 43,95 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 1.018.282 orang. Dari total tersebut, nilai KUR yang terdampak langsung bencana mencapai Rp 8,9 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 158.848 orang.

“Total di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, KUR-nya Rp 43,95 triliun, Pak Presiden. Jumlah debiturnya ada 1.018.282 orang. Yang terdampak bencana ini sebesar Rp 8,9 triliun dengan 158.848 debitur,” ujar Airlangga dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet.

Untuk penanganan dampak bencana, Airlangga mengusulkan kebijakan penghapusan kewajiban pembayaran angsuran pokok dan bunga bagi debitur KUR terdampak. Dalam skema tersebut, penyalur tetap menerima pembayaran angsuran pokok dan bunga tanpa melakukan klaim, sementara pemerintah menanggung subsidi bunga atau subsidi margin KUR reguler.

“Status kolektibilitas tetap sampai dengan posisi 30 November 2025. Jadi mereka tidak, dalam tanda petik, tidak default, Pak Presiden,” katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement