Jumat 20 Mar 2026 01:48 WIB

Prabowo Subianto Umumkan Pemotongan Anggaran untuk Efisiensi Fiskal

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pemotongan anggaran kementerian guna mengurangi risiko penyalahgunaan dana negara, menghemat Rp308 triliun.

Rep: antara/ Red: antara
Presiden Prabowo membela pemotongan anggaran untuk mengurangi risiko penyalahgunaan.
Presiden Prabowo membela pemotongan anggaran untuk mengurangi risiko penyalahgunaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan langkah pemotongan anggaran di berbagai kementerian dan lembaga untuk meningkatkan efisiensi fiskal dan menutup celah penyalahgunaan dana negara. Langkah ini diumumkan dalam pernyataan video yang dirilis oleh Sekretariat Presiden di Jakarta pada Kamis.

Dalam inisiatif awal untuk meningkatkan efisiensi, Prabowo menyebutkan bahwa pemerintah berhasil menghemat Rp308 triliun dari anggaran pemerintah pusat. "Penghematan ini berasal dari pengeluaran yang tidak masuk akal. Jika tidak dipotong, dana tersebut berpotensi besar mengarah pada korupsi," ujar Prabowo.

Baca Juga

Penghematan Rp308 triliun tersebut berasal dari tinjauan awal terhadap pengeluaran pemerintah pusat, yang bertujuan mengidentifikasi alokasi yang tidak efisien dan tidak diperlukan. Prabowo memperingatkan bahwa jika dana tersebut tidak dikendalikan, maka akan membebani keuangan negara tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prabowo juga menyoroti Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang tinggi, saat ini di angka 6,5, jauh di atas negara-negara tetangga. Menurutnya, ICOR yang tinggi ini mencerminkan ketidakefisienan sekitar 30 persen, setara dengan sekitar US$75 miliar dari anggaran negara yang mendekati Rp3.700 triliun.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement