Kamis 27 Mar 2025 10:45 WIB

Pergantian Direksi Sejumlah BUMN, Erick: Sesuai Instruksi Prabowo

Erick menilai pergantian direksi ditanggapi positif oleh pasar.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Indira Rezkisari
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Thoudy
Menteri BUMN Erick Thohir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara mengenai perubahan jajaran direksi sejumlah perusahaan pelat merah. Erick menyampaikan langkah tersebut dilakukan demi meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kinerja BUMN ke depan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ya, kami memang diinstruksikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto bagaimana pengelolaan BUMN ke depan harus makin efisien," ujar Erick usai melepas mudik bersama BUMN di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (27/3/2025).

Baca Juga

Erick menekankan komitmen Kementerian BUMN dalam mendukung good corporate governance, transparansi, dan juga peningkatan kinerja perusahaan. Erick menyebut pergantian direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mendapat respons yang positif dari pasar.

"Apalagi kalau kemarin kita lihat jumlah Himbara yang sudah RUPS, responsnya sangat positif di market. Kita lihat harga saham-saham BUMN di Himbara ini mengalami peningkatan yang sangat baik," ucap mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Erick menegaskan transparansi dalam pengelolaan BUMN menjadi prioritas utama. Hal ini terlihat dari komposisi pemegang saham di Himbara yang melibatkan perwakilan kementerian terkait untuk memastikan sinergi antara program pemerintah dan sektor korporasi.

"Kita lihat juga kemarin perwakilan para menteri atau kementerian yang hadir di komposisi pemegang saham yang ada di Himbara sendiri. Tidak lain untuk memastikan sinergisitas program pemerintah tapi tetap transparansi publik terus terjadi secara korporasi," lanjut Erick.

Sebagai contoh, Erick menyebutkan kehadiran perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM di BRI serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di BTN. Langkah ini diambil untuk memperkuat peran BUMN dalam mendukung sektor-sektor strategis nasional.

"Ini tidak lain ini untuk mensinergikan, tetapi tetap diawasi ada Kemenkeu, BI dan lain-lainnya," ucap Erick.

Ke depan, sambung Erick, Kementerian BUMN juga berencana merevisi beberapa regulasi setelah Lebaran guna mendorong efisiensi yang lebih mendalam. Erick menegaskan revisi ini akan diarahkan untuk meningkatkan kinerja BUMN, khususnya melalui Danantara, yang saat ini berfokus pada investasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

"Nanti, insya Allah setelah April, setelah Lebaran ini, kami akan merevisi lagi beberapa peraturan yang bisa mendorong efisiensi lebih dalam lagi. Hal ini untuk mendorong kinerja BUMN bersama Danantara yang memang hari ini berfokus pada investasi," kata Erick.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement