Selasa 14 May 2024 19:02 WIB

Pelemahan Ekonomi Global Bikin Pertumbuhan Investasi Lambat

Bank Mandiri proyeksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,06 pesen pada 2024.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Trader memonitor transaksi pasar keuangan global dari Kantor Cabang Bank Mandiri Singapura di Asia Square Singapura, Kamis (22/9/2022). B
Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Trader memonitor transaksi pasar keuangan global dari Kantor Cabang Bank Mandiri Singapura di Asia Square Singapura, Kamis (22/9/2022). B

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan pelemahan kondisi ekonomi global mulai berimbas pada komponen investasi. Begitu juga dampaknya terhadap neraca perdagangan. 

“Pertumbuhan investasi pada kuartal I 2024 masih cenderung lambat yang terutama masih diakibatkan masih rendahnya investasi non bangunan,” kata Andry dalam Mandiri Macro and Market Brief Thriving Through Transition 2024 secara daring, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga

Dia menjelaskan, kinerja neraca perdagangan juga masih mencatatkan surplus, meski dengan nilai yang terus menurun. Lalu potensi risiko ke depan masih besar dengan masih berlangsungnya gejolak geopolitik global, kenaikan harga energi dan pangan, serta tekanan dari keluarnya investasi portofolio asing yang menyebabkan penguatan dolar AS. 

“Dengan demikian, suku bunga acuan belum akan turun dalam waktu dekat,” ucap Andry. 

Meskipun begitu, Andry memproyeksikan ekonomi Indonesia diperkirakan masih cukup resilien menghadapi gejolak global. Saat ini risiko geopolitik semakin meningkat dengan eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah dan mendorong kenaikan harga minyak serta memicu volatilitas pasar keuangan global. 

Andry menuturkan sejumlah faktor positif mendorong keyakinan pelaku ekonomi. “Berakhirnya rangkaian tahapan pilpres akan mendorong keyakinan pelaku ekonomi untuk melakukan ekspansi,” ungkap Andry. 

Selain itu juga akan segera dimulainya tahapan pilkada juga dapat memberikan dorongan terhadap pertumbuhan konsumsi. Proyeksi Bank Mandiri, Andry menyebut ekonomi Indonesia masih akan mencatat pertumbuhan yang sehat pada 5,06 pesen pada 2024. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement