Rabu 27 Mar 2024 13:26 WIB

PLTU Cirebon Siap Jaga Pasokan Listrik Nasional Saat Lebaran 2024

PLTU Unit I dapat mendukung ketersediaan listrik pada jaringan 150 kilovolt.

PLTU Cirebon I rencananya akan pensiun dini pada 2035 mendatang.
Foto: Dok Cirebon Power
PLTU Cirebon I rencananya akan pensiun dini pada 2035 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Wakil Direktur Utama Cirebon Power Joseph Pangalila memastikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit I dan Unit II di Cirebon, Jawa Barat, siap beroperasi optimal untuk memenuhi pasokan energi nasional selama Lebaran 2024.

Joseph dalam keterangannya di Cirebon, Rabu (27/3/2024), mengatakan pengoperasian PLTU Unit I dapat mendukung ketersediaan listrik pada jaringan 150 kilovolt (kV). Sedangkan untuk Unit II akan disiagakan penuh guna menjamin kebutuhan energi di jaringan 500 kV.

Baca Juga

“Pembangkit Unit I akan beroperasi penuh mendukung ketersediaan listrik di jaringan 150 kV, dan pembangkit Unit II akan standby untuk mendukung kebutuhan energi di jaringan 500 kV,” katanya.

Ia menyebut keberadaan PLTU Unit I dan Unit II di Cirebon berkontribusi menyuplai kebutuhan listrik nasional melalui sistem interkoneksi Jawa-Bali. Sehingga kebutuhan listrik selama Lebaran dapat terpenuhi.

Selama tahun 2023, kata dia, PLTU Unit I yang berkapasitas 660 MW tersebut sudah beroperasi optimal serta menorehkan prestasi dengan status performa bebas kendala.

“Pembangkit Unit I telah beroperasi optimal selama 2023. Pembangkit ini pun mencapai prestasi performa bebas kendala,” ujarnya.

Selain itu, Joseph menambahkan kalau PLTU Unit II Cirebon sudah beroperasi sejak Mei 2023 dengan kapasitas mencapai 1.000 MW. Kinerja dari pembangkit listrik tersebut disesuaikan pada target yang ditentukan oleh PT PLN (Persero).

“PLTU Unit II tetap berjalan seperti biasa. Namun tetap disiagakan selama Lebaran. Unit ini mulai beroperasi di tahun 2023. Itu sudah komersil. Jaringannya 500 kV PLN jadi Jawa-Bali,” ucap dia.

Sementara itu berdasarkan informasi dari Cirebon Power, PLTU Unit II Cirebon telah menerapkan standar baku yang mengikuti mutu internasional sehingga dapat menekan dampak pengoperasian pembangkit listrik itu terhadap lingkungan sekitar.

PLTU ini pun dilengkapi teknologi Flue Gas Desulfurization (FGD), yang bisa mereduksi unsur sulfur dioksida dari emisi gas buang pembangkit. Beberapa peralatan untuk mengurangi dampak pencemaran juga telah terpasang pada unit tersebut.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement