Sabtu 16 Mar 2024 16:34 WIB

ID Food Targetkan Produksi 280.000 Ton Gula pada Musim Giling

Pada tahap awal merger akan melibatkan PT PG Candi Baru dan PT PG Rajawali I.

Direktur Utama ID Food, Frans Marganda Tambunan.
Foto: ANTARA/Andi Firdaus
Direktur Utama ID Food, Frans Marganda Tambunan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Holding Pangan BUMN, ID Food menargetkan produksi gula mencapai 280 ribu ton melalui musim giling tebu yang bergulir usai perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi.

"Nanti habis Lebaran di pekan pertama dan kedua Mei semua pabrik sudah mulai giling. Target kami mudah-mudahan cuaca tahun ini bagus, sehingga produksinya baik seperti tahun lalu," kata Direktur Utama BUMN Holding Pangan ID Food Frans Marganda Tambunan usai meluncurkan bantuan pangan tahap II bagi keluarga rawan stunting di Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/3/2024).

Baca Juga

Ia mengatakan sebanyak 280 ribu ton produksi gula tahun ini dilakukan melalui penggabungan secara bertahap tiga entitas produsen gula yang menjadi anak perusahaan ID Food yaitu PT PG Rajawali I, PT PG Rajawali II, dan PT PG Candi Baru.

Frans mengatakan pada tahap awal merger akan melibatkan PT PG Candi Baru dan PT PG Rajawali I dengan pertimbangan lokasi produksi yang saling berdekatan.

Tujuannya, kata dia, agar produsen gula tersebut saling bersinergi memenuhi pasokan gula nasional dan tidak saling rebutan bahan baku melalui sistem manajemen perusahaan yang sama.

Guna mendukung rencana tersebut, lanjut dia, ID Food sedang memproses peta jalan untuk mendukung target pemerintah mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2030.

"Yang kami lakukan saat ini adalah penyeragaman tata kelola gula dan budi dayanya. Kemarin rencana jangka panjang kita masih berproses di Kementerian BUMN. Dalam jangka pendek segera akan disetujui dan itu sudah ada waktu kerjanya," kata Frans.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement