Selasa 12 Mar 2024 13:41 WIB

Pemerintah Maksimalkan Pertanaman Melalui Perbaiki Irigasi di Sejumlah Daerah

Pembangunan irigasi digenjot demi mendorong produksi pangan di Indonesia.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Lida Puspaningtyas
Foto udara suasana Bendungan Semantok di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (3/1/2024). Bendungan sepanjang 3,1 kilometer yang dibangun dengan anggaran Rp2,5 triliun itu merupakan bendungan terpanjang se-Asia Tenggara dan berfungsi sebagai irigasi pertanian untuk sekitar 1.900 hektare sawah di wilayah tersebut.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Mada
Foto udara suasana Bendungan Semantok di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (3/1/2024). Bendungan sepanjang 3,1 kilometer yang dibangun dengan anggaran Rp2,5 triliun itu merupakan bendungan terpanjang se-Asia Tenggara dan berfungsi sebagai irigasi pertanian untuk sekitar 1.900 hektare sawah di wilayah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman segera melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR dalam menyiapkan air melalui perbaikan irigasi di sejumlah daerah. Hal ini untuk memaksimalkan pertanaman komoditas pangan di berbagai daerah

 

Baca Juga

"Nanti kami berkoordinasi dengan kementerian PU karena ke depan kita sedang menyiapkan sarana produksi yang selalu tersedia dan harga yang menguntungkan para petani. Karena itu yang diinginkan petani," ujar Amran dikutip pada Selasa (12/3/2024).

 

Amran menyebut air adalah kebutuhan utama dalam meningkatkan produksi di saat Indonesia dan juga dunia menghadapi cuaca ekstrem el nino yang cukup panjang. Karenanya, pembangunan irigasi digenjot demi mendorong produksi pangan di Indonesia.

 

Terlebih kata dia, pembangunan irigasi pernah dilakukan pada periode awal pemerintahan Joko Widodo yang juga melibatkan Kementerian PUPR di lahan 3 juta hektar. Kolaborasi ini terbukti mampu menghasilkan capaian gemilang dimana Indonesia pada 2017, 2019 dan 2020 mencapai swasembada.

"Dulu kami gunakan swakelola petani sehingga petani memiliki pendapatan tetap, kalau tidak salah ada 3 juta hektar yang kami perbaiki waktu itu," katanya.

Amran menyebut, pengalaman Kementerian PUPR memberi kontribusi besar pada program nasional food estate dengan melakukan pembangunan irigasi dan saluran air untuk persawahan di sana.

Ia menambahkan saat ini pihaknya tengah fokus pada pembangunan dan optimasi lahan rawa mineral yang tersebar di sejumlah provinsi. Termasuk lahan food estate yang ada di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Adapun komoditas yang ditanam pada program tersebut di antaranya padi dan jagung.

"Kami yakin dengan pondasi yang kami bangun saat ini, dalam 2-3 tahun yang akan datang kita akan mencapai swasembada," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement