Rabu 06 Mar 2024 21:11 WIB

Garuda Indonesia Masih Bahas Penurunan Harga Tiket Pesawat Tujuan Wisata Prioritas

Diharap akan ada penurunan 12-20 persen harga tiket pesawat ke tiga destinasi.

Sejumlah pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
Foto: ANTARA/HO-PT Garuda Indonesia (Persero)
Sejumlah pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi mengatakan bahwa pembahasan tentang penurunan harga tiket pesawat ke tiga destinasi super prioritas (DSP), yaitu Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo, masih dalam tahap pembahasan.

"Ada beberapa faktor untuk perhitungan biaya. Nah, ini semua pihak sedang melihat itu dan mempelajari," kata Ade kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Baca Juga

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah sepakat untuk menurunkan harga tiket pesawat ke tiga destinasi wisata super prioritas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Rustam Efendi, dalam jumpa pers F1 Powerboat Danau Toba 2024 d Balige, Sumatera Utara awal pekan ini berharap akan ada penurunan 12-20 persen harga tiket pesawat ke tiga destinasi super prioritas.

Namun, Ade mengatakan bahwa maskapai penerbangannya masih mempertimbangkan hal itu, dan persentase penurunan harga tiket pesawat belum ditetapkan dan masih dalam tahap pembahasan.

"Kami lihat nanti bagaimana dukungan para pemangku kebijakan. Ada banyak pemangku kebijakan yang akan mendukung proses itu. Ada Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Pertamina, Angkasa Pura, dan semua pihak ini akan bicara apa yang bisa dilakukan untuk mendukung ini," lanjutnya.

"Persentase belum ada, masih dibahas, nanti segera (diumumkan), tunggu saja," ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pada Februari lalu mengatakan bahwa harga tiket pesawat hingga saat ini masih mahal dan menjadi tantangan utama dalam meningkatkan pariwisata Indonesia.

Ia mengatakan solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menambah jumlah penerbangan dan jumlah pesawat di Indonesia.

Pemerintah Indonesia menargetkan perjalanan wisata domestik pada 2024 mencapai 1,25–1,5 miliar perjalanan. Sementara itu, perputaran uang pada sektor wisata ditargetkan Rp 3.000 triliun

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement