Rabu 06 Mar 2024 21:08 WIB

Kemenkop UKM Dorong Wirausaha Perempuan Inovatif Berbasis Teknologi

Wirausaha perempuan masih menghadapi tantangan yang cukup kompleks.

UMKM perempuan (Ilustrasi).
Foto: PLN
UMKM perempuan (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Rully Nuryanto mendorong pemberdayaan wirausaha perempuan yang inovatif dan berbasis teknologi. Ia mengapresiasi kolaborasi Standard Chartered dan BenihBaik yang telah menginisiasi program Women in Entrepreneurship untuk UMKM.

"Berharap program ini mampu menciptakan wirausaha perempuan inovatif berbasis teknologi," kata Rully pada acara peluncuran program Women in Entrepreneurship Standard Chartered untuk UMKM di Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Baca Juga

Menurut Rully, inisiatif ini membuktikan komitmen bersama mendukung kemajuan dan kemandirian perempuan dalam dunia usaha di berbagai sektor.

Apalagi pemberdayaan wirausaha perempuan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional yang juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia pada 2045.

Meski begitu, Rully mengakui wirausaha perempuan masih menghadapi tantangan yang cukup kompleks untuk memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan usahanya.

Untuk itu, diperlukan kolaborasi untuk mendorong pemberdayaan wirausaha perempuan, dan salah satu upaya nyata dilakukan melalui program pendampingan seperti Women in Entrepreneurship untuk UMKM.

Rully menyebut saat ini Kemenkop UKM mendorong wirausaha-wirausaha pada sektor potensial seperti agrikultur, kesehatan dan kebugaran, energi bersih dan teknologi.

Ia menuturkan bahwa pemerintah terus mendukung program atau kegiatan yang tidak hanya berupa pelatihan-pelatihan semata, tetapi juga program teknis untuk perbaikan tata kelola perusahaan dan pengembangan usaha.

Rully berharap program ini dapat berdampak terhadap perkembangan dan keberlanjutan usaha para peserta, serta menjadi pembuka akses pasar, agregator, atau bahkan akses pembiayaan untuk memenuhi skala ekonomi dan pasar nasional.

Direktur Kepatuhan Standard Chartered Dewi Muhfiyanti menjelaskan bahwa pihaknya bersama Yayasan Benih Baik sudah membina sekitar 3000-an UMKM perempuan di seluruh Indonesia.

Menurut Dewi, pembinaan ini penting karena UMKM yang dijalani perempuan masih memiliki banyak tantangan, seperti akses pembiayaan dan teknologi.

Program Women in Entrepreneurship, lanjut dia, menjadi jembatan bagi kesenjangan gender dalam dunia bisnis serta membangun jiwa kewirausahaan di kalangan perempuan.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement