Ahad 25 Feb 2024 07:13 WIB

Pengusaha Libya dan Tunisia Incar Impor Produk dari Indonesia

Ekspor ke Libya cukup sebagai pasar alternatif dengan bea yang murah.

Bendera Libya
Bendera Libya

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA --Sejumlah pengusaha dari Libya dan Tunisia yang dipimpin oleh Kuasa Usaha Ad Interim/Minister KBRI Tripoli Dede Achmad Rifai berkunjung ke Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan melakukan one on one business meeting dengan puluhan pengusaha dari Jawa Timur.

Dede Achmad Rifai dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu (24/2/2024), mengatakan, kunjungan ini ditujukan untuk mempertemukan antara pengusaha Libya dan Tunisia dengan pengusaha Jatim. Pertemuan tersebut agar bisa melakukan kerja sama perdagangan antarkedua belah pihak. Karena ada banyak produk yang dibutuhkan Libya, mulai dari makanan dan minuman, furniture, alat rumah tangga dan lain sebagainya.

Baca Juga

"Selain dengan pengusaha Libya yang hadir di ruangan Kadin ini, juga ada pengusaha Libya yang ikut melalui zoom meeting secara virtual," kata Dede.

Ia menegaskan, Libya adalah salah satu negara yang cukup potensial untuk dijadikan negara tujuan ekspor alternatif. Ekspor ke Libya dinilai lebih mudah dan tidak terlalu ketat seperti di Dubai menyusul produk Indonesia juga sudah terdata sebagai produk halal.

 

"Apalagi tarif bea masuk di sana sangat kecil, paling besar 6 persen sehingga sangat menguntungkan buat ekspor kita, harga barang menjadi lebih murah. Libya juga menjadi hub untuk distribusi barang ke negara Timur Tengah dan Afrika," kata Dede.

Ia menjelaskan, selama ini barang yang diimpor tidak hanya dikonsumsi di Libya tetapi juga dikirim ke negara tetangga Libya seperti Tunisia, Sudan dan Mesir. Dengan bea masuk kecil, maka pengusaha Mesir biasanya bekerja sama dengan pengusaha Libya untuk memasukkan barangnya melalui Libya kemudian dikirim menggunakan truk ke Mesir.

"Saat ini Libya telah menjadi hub dan pelan-pelan perdagangan akan meningkat dengan bertambahnya keamanan dan stabilitas di Libya. Sehingga ini menjadi peluang besar bagi penguasa Indonesia utamanya yang ada di Jatim," kata dia.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement