Kamis 22 Feb 2024 20:53 WIB

Menkeu Sebut Realisasi Belanja Pegawai Capai Rp 15,3 Triliun pada Awal 2024

Sejak 2020, rata-rata belanja pegawai awal tahun sebesar Rp 12 triliun.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Tangkapan Layar - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Virtual APBN KITA Edisi November 2023 di Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Foto: (ANTARA/Agatha Olivia Victoria)
Tangkapan Layar - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Virtual APBN KITA Edisi November 2023 di Jakarta, Jumat (24/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Realisasi belanja pegawai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) naik pada awal tahun ini. Disebutkan, belanja pegawai mencapai Rp 15,3 triliun pada Januari 2024, sebelumnya pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 12,1 triliun.

"Kita lihat dari sisi jenis belanja untuk pegawai Rp 15,3 triliun. Ini meningkat dari tahun lalu yang hanya Rp 12,1 triliun," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/2/2025).

Baca Juga

Adapun rincian dari belanja pegawai Januari 2024 terdiri dari pemberian gaji dan tunjangan senilai Rp 10,3 triliun. Angka itu naik 5,1 persen dari realisasi Januari 2023 sebesar Rp 9,8 triliun.

Lalu untuk membayar tunjangan kinerja atau tukin, honorarium, serta lembur sebesar Rp 5 triliun. Realisasi ini naik sampai 117,39 persen dari Januari 2023 yang hanya sebesar Rp 2,3 triliun.

 

Tren belanja pegawai sendiri sejak 2020 di kisaran Rp 12 triliun. Pada Januari 2020 realisasinya sebesar Rp 12,5 triliun. Kemudian pada 2021 naik sedikit menjadi Rp 12,6 triliun, 2022 menjadi Rp 12,7 triliun, pada 2023 turun menjadi Rp 12,1 triliun. Berikutnya pada 2024 naik drastis menjadi Rp 15,3 triliun.

Seperti diketahui, gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi naik delapan persen usai diputuskan Presiden Jokowi dalam Pidato Pengantar RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR RI pada Agustus 2023 lalu. Presiden juga memastikan uang pensiunan naik 12 persen mulai tahun ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement