Rabu 21 Feb 2024 11:45 WIB

Sudah Pesan Lokasi, BCA Bakal Bangun Kantor di IKN Nusantara

Jahja menyebut timnya sudah melakukan pembahasan dan berkunjung langsung ke lokasi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Suasana pembangunan gedung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (7/12/2023).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Suasana pembangunan gedung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (7/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia (BCA) Tbk memastikan akan membangun kantor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengungkapkan saat ini sudah memesan lokasi di IKN Nusantara untuk membangun kantor.

"Kami sudah booking tempat cuma kan sekarang belum bisa dan belum ditetapkan," kata Jahja saat ditemui usai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2024 di Hotel St Regist Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Baca Juga

Dia memastikan saat ini sudah sepakat untuk mengambil lokasi tersebut sebagai kantor BCA di IKN Nusantara. Jahja menyebut timnya sudah melakukan pembahasan dan berkunjung langsung ke lokasi tersebut.

"Kami pasti ambil kan ada tim saya ke sana lihat daerahnya akan ditentukan daerah distrik finansial keuangan," ucap Jahja.

Rencananya, ground breaking kawasan finansial di IKN Nusantara akan difokuskan untuk dibangun pada tahun ini. Untuk itu perbankan dipastikan sudah akan melalukan sejumlah persiapan termasuk BCA.

"Nanti kita lihat perbankan lain bagaimana, sama-sama, bareng-bareng. Di setiap kota pemerintahan kita harus punya kantor ya untuk kemudahan akan banyak pegawai, pemerintah, pemasok bisnis masih ada di sana," ungkap Jahja.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono mengungkapkan dalam waktu dekat akan ada sejumlah ground breaking yang dilakukan di IKN Nusantara. Agung menuturkan, sektor yang akan diutamakan selanjutnya yakni perbankan.

"Karena BI dan LPS sudah masuk sekarang kita menuju prosesnya adalah OJK dan nanti bank-bank yang akan bersama-sama. Mudah-mudahan IKN itu nanti ada financial centre yang besar tapi ini akan diawali dengan mini financial centre," kata Agung di Gedung BEI, Senin (19/2/2024).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement