Ahad 11 Feb 2024 14:39 WIB

Grab Ogah Komentari Kabar Merger dengan GoTo

Grab dan GoTo dikabarkan tengah membahas untuk melakukan merger.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pengemudi ojek daring Grab. (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Pengemudi ojek daring Grab. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Grab dan GoTo dikabarkan tengah membahas untuk melakukan merger. Setelah GoTo buka suara menganai kabar tersebut, Grab Indonesia memilih untuk menolak mengomentari isu gabungnya dua perusahaan yang memiliki layanan transportasi berbasis online tersebut. 

“Kami tidak berkomentar mengenai rumor atau spekulasi yang beredar,” kata Chief Communications Officer, Grab Indonesia Mayang Schreiber kepada Republika, Ahad (11/2/2024). 

Baca Juga

Sebelumnya, GoTo juga sudah memberikan pernyataan mengenai isu tersebut. GoTo memastikan hingga saat ini belum melakukan pembahasan mengenai merger dengan Grab. 

“Kami tidak dapat menanggapi rumor di pasar. Saat ini tidak ada diskusi terkait hal tersebut,” kata Head of Corporate Communications GoTo Sinta Setyaningsih. 

Bloomberg mengabarkan Grab dan GoTo Group membuka kembali pembicaraan terkait rencana merger. Pembicaraan awal terkait hal tersebut diungkapkan sudah dilakukan sejak empat tahun yang lalu.

Sebelumnya, sumber anonim Bloomberg menyebut GoTo dan Grab sedang membicarakan banyak pilihan. Satu skenario yang memungkinkan adalah Grab mengakuisisi GoTo menggunakan dana tunai, saham, atau keduanya.

Menurut sumber tersebut, GoTo sudah lebih terbuka terhadap kemungkinan merger setelah Patrick Walujo bertemu dengan CEO GoTo pada 2023. Jika terjadi, merger ini akan berpengaruh sangat signifikan pada dunia raid hailing dan pengiriman makanan di Asia Tenggara.

Dilansir dari Tech in Asia, Jumat (9/2/2024), alasan merger keduanya disinyalir karena sama-sama menghindari kerugian yang terus berlanjut karena saling berkompetisi satu sama lain. Pada akhir 2020, kedua perusahaan dilaporkan menyepakati beberapa bagian kerja sama potensial. 

Hanya saja, Gojek telah memilih menikah dengan Tokopedia yang saat itu sedang ranum-ranumnya sebagai unicorn e-commerce dan menjadi GoTo Group.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement