Jumat 02 Feb 2024 20:50 WIB

OJK Sediakan Infrastruktur Digital Tingkatkan Literasi Keuangan

Hal itu mendorong literasi dan inklusi keuangan di tengah pesatnya digitalisasi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Kepala Eksekutif OJK Friderica Widyasari Dewi (kiri) dan Deputi Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin (kanan) di Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Kepala Eksekutif OJK Friderica Widyasari Dewi (kiri) dan Deputi Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin (kanan) di Jakarta, Jumat (2/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Bidang Perekonomian) menyepakati kerja sama pelaksanaan peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui Program Kartu Prakerja.

Peningkatan kerja sama OJK dan Kemenko Perekonomian dilakukan untuk semakin memperkuat upaya pelaksanaan edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya bagi pendaftar program Kartu Prakerja. Hal tersebut untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan di tengah pesatnya perkembangan transformasi digital.

Baca Juga

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan OJK telah menyediakan infrastruktur untuk mendukung akselerasi peningkatan literasi keuangan berbasis digital. "Ini melalui Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU)," kata Friderica, Jumat (2/2/2024). 

Kiki, sapaan akrabnya, menjelaskan LMSKU merupakan sistem pembelajaran berbasis website. Sistem tersebut memudahkan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terkait sektor jasa keuangan yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja secara gratis. 

"LMSKU ini dapat dimanfaatkan oleh pendaftar Program Prakerja maupun seluruh masyarakat," ucap Kiki. 

Jumlah pendaftar Program Prakerja saat ini mencapai 17,5 juta orang merupakan sasaran besar yang diharapkan semakin banyak memanfaatkan LMS Edukasi Keuangan. Dengan begity para pekerja dapat memiliki literasi keuangan yang baik serta mendorong masyarakat untuk memiliki akses keuangan yang lebih luas dengan memanfaatkan produk dan jasa keuangan.

"OJK berharap berbagai kolaborasi kegiatan edukasi keuangan dapat terus dilaksanakan melalui aliansi strategis dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia menuju masyarakat mandiri finansial dan sejahtera," ungkap Kiki. 

Sementara itu, Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekenomian selaku Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja M Rudy Salahuddin menuturkan, peningkatan menyambut baik kerja sama antara OJK dengan Kemenko Perekonomian. Kerja sama tersebut bertujuan untuk menghadirkan solusi untuk mengakselerasi inklusi keuangan keuangan menjadi berkualitas dan berkelanjutan.

"Kita ingin inklusi keuangan ini berjalan berkelanjutan dan juga berkualitas. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan edukasi tentang literasi keuangan kepada masyarakat karena tech-driven providers dan produknya sangat beragam dan makin mudah diakses," jelas Rudy.

Dia menili, edukasi tersebut untuk membantu masyarakat agar dapat memanfaatkan produk keuangan secara bijaksana. Selain itu juga bisa memahami risikonya dan membuat keputusan keuangan yang bertanggung jawab.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement