Senin 15 Jan 2024 14:17 WIB

Tiga Capres Cawapres Ternyata Kompak Dorong Konversi Kendaraan Listrik

AMIN siap memperluas skema penukaran kendaraan konvensional ke kendaraan listrik

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan (kanan) beradu gagasan dengan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (tengah) saat debat capres di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (7/1/2024).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan (kanan) beradu gagasan dengan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (tengah) saat debat capres di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (7/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tiga capres cawapres kompak mendorong penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Tak hanya akan tebar insentif, ketiga paslon juga berencana untuk memperluas konversi kendaraan juga menggenjot infrastruktur yang mendukung masifnya kendaraan listrik. 

Pada pasangan nomor urut 01, Anies Basewdan dan Muhaimin Iskandar, menilai salah satu strategi untuk menggenjot penetrasi kendaraan listrik adalah dengan memperluas skema penukaran kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. 

"Menuju kendaraan umum listrik diikuti dengan skema penukaran kendaraan konvensional, disinsentif penggunaan kendaraan tua dan tinggi emisi, serta penyediaan infrastruktur pengisian battery," tulis AMIN dalam visi misinya, dikutip Senin (15/1/2024).

Sedangkan paslon 03, Ganjar Mahfud juga mempunyai strategi yang sama untuk ini. Menurut Prabowo Gibran konversi kendaraan perlu masif dilakukan, selain untuk menumbuhkan kendaraan listrik juga bisa mempercepat pengurangan emisi karbon dari sisi transportasi.

"Memperluas konversi BBM kepada gas dan listrik untuk kendaraan bermotor," tulis Ganjar Mahfud.

Pasangan nomer urut 02, Prabowo Gibran salah satu strategi untuk mengakselerasi kendaraan listrik adalah ketersediaan infrastruktur pendukung. Tak hanya mendorong kendaraan listrik, Prabowo Gibran juga secara paralel ingin mengembangan masifnya biofuel untuk bisa mereduksi emisi dari sektor transportasi.

"Mengakselerasi transportasi ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik maupun kendaraan dengan biofuel, disertai dengan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung transportasi ramah lingkungan," tulis Prabowo Gibran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement